Top Stories

Grid List

radiovisfm.com, Banyuwangi - Saat bertemu dengan sejumlah Kepala Daerah se Indonesia, Presiden Joko Widodo menekankan berbagai hal penting mulai dari pengembangan  UMKM perdesaan, Dana Desa, Pelayanan Publik hingga Ekonomi Negara yang tumbuh stabil.

Sejumlah Kepala Daerah tersebut di terima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/11).

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang juga merupakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Presiden menekankan pentingnya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perdesaan.

“Itu telah dilakukan melalui beragam skema, mulai stimulus lewat dana desa, pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur perdesaan, hingga peningkatan kinerja pertanian,” ujar Bupati Anas.

“Dana Desa dalam empat tahun ini sebesar Rp187 triliun,” imbuhnya.

Dan Presiden Jokowi melakukan terobosan dengan mendorong semua pelaksanaan program dana desa itu sumbernya dari desa sendiri, sehingga uang berputar di desa tanpa tersedot ke kota.

“Ini dengan sendirinya juga menggerakkan UMKM desa karena permintaan barang pasti meningkat,” tutur Bupati Anas.

Dalam pertemuan ini, Bupati Anas mendampingi Ketua Umum Apkasi Mardani H Maming.

“Dihadapan para Kepala Daerah, Presiden Jokowi juga meminta untuk terus menggerakkan UMKM berbasis pertanian dengan mendorong tumbuhnya usaha olahan sektor pertanian. Berbagai kementerian telah mengintervensi program tersebut,” papar Bupati Anas.

Bahkan untuk menyiapkan SDM-nya, kata Bupati Anas, Presiden Jokowi menginginkan ada SMK dengan jurusan spesifik berbasis pertanian di desa, misalnya jurusan kopi.

Bupati Anas mengaku, para bupati menilai Presiden Jokowi sangat jeli melihat peluang tersebut, karena begitu komoditas pertanian itu disentuh dari hulu ke hilir maka penyerapan tenaga kerja dipastikan sangat banyak.

“Berkat kerja-kerja itulah, penurunan kemiskinan di desa akan lebih signifikan dibanding kota, meski memang secara keseluruhan jumlah penduduk miskin di desa masih lebih besar daripada kota,” ungkap Bupati Anas.

Dia menjelaskan, pada kesempatan ini, Presiden Jokowi juga menginginkan dana desa yang pada tahun 2019 sebesar Rp70 triliun, bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan kewirausahaan.

“Sehingga kekuatan ekonomi kreatif perdesaan berbasis pertanian dan berbagai potensi lain bakal lebih dahsyat, apalagi nanti dikolaborasikan dengan ekonomi digital yang digerakkan anak-anak muda,” imbuh Bupati Anas.

Oleh karena itulah, para bupati di minta untuk menyiapkan hal itu mengenai bagaimana membangun ekosistem ekonomi perdesaan yang relevan dengan tren revolusi industri 4.0.

Lebih lanjut Bupati Anas mengatakan, para bupati juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung inovasi daerah serta mempercepat pembangunan infrastruktur.

Dan mereka mengaku merasa nyaman karena berbagai inovasi daerah terus di dukung, bahkan seperti Banyuwangi mendapat insentif dana pembangunan daerah karena terus melakukan inovasi pelayanan public.

“Para bupati itu juga menyampaikan manfaat pembangunan infrastruktur yang digarap pusat, seperti bupati dari Bengkulu dan Barito yang senang karena kini aksesnya mudah, sehingga ekonomi lokal bergerak,” pungkas Bupati Anas.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemerintah Daerah meminta para guru untuk lebih inovatif dan kreatif serta membekali pelajar dengan DNA Revolusi Industri 4.0. Dalam hal ini, guru tidak hanya mengajar dan mendidik, namun juga harus memiliki keterampilan yang lebih agar menghasilkan siswa yang kreatif.

Hal itu disampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat memimpin upacara Peringatan Hari Guru Nasional yang ke-73 dan HUT PGRI di Taman Blambangan, Selasa (13/11), yang diikuti ribuan guru.

Dalam acara tersebut, Bupati Anas juga meneruskan arahan Presiden Jokowi terkait tantangan pendidikan ke depan, terutama dalam menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Saat ini tantangannya sudah berubah, nilai akademis bagus tapi tidak kreatif maka akan susah bisa berhasil. Sehingga kreativitas perlu ditumbuhkembangkan,” papar Bupati Anas.

Dia mengatakan, di era sekarang ini pendidikan karakter dan akademis saja dinilai tidak cukup. Namun juga perlu penguasaan skills yang relevan dengan tren revolusi industri 4.0, seperti kolaboratif, komunikatif, dan inovatif. Misalnya soal kolaborasi.

“Seperti dikatakan Presiden Jokowi yang mengajak berhijrah dari individualisme ke kolaborasi,” ungkap Bupati Anas.

DNA Revolusi Industri 4.0 itu sendiri adalah kolaborasi untuk maju bareng-bareng.

“Itulah skills yang harus dikuasai pelajar, bagaimana mereka mampu berkolaborasi dengan banyak pihak untuk berkembang,” imbuhnya.

Di samping itu, kata Bupati Anas, tren pengangguran lulusan SMK terus bertambah. Maka itu model pengajaran dan pendekatannya harus berubah.

“Guru SMK bisa memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitarnya untuk mengajari siswanya kreatif,” tutur Bupati Anas.

Misalnya, pada saat praktek kerja lapangan, siswanya bisa diarahkan dalam kegiatan industri yang ada di sekitar sekolah sesuai bidangnya. Guru yang kreatif dinilai akan melahirkan siswa yang kreatif.

Bupati Anas juga mengingatkan tantangan memasuki era revolusi digital. Berdasarkan kajian Organisasi Buruh Dunia maupun lembaga manajemen global McKinsey, digitalisasi bakal menggerus peluang kerja secara formal. Otot-otot terancam diganti kemampuan robotik.

Pada 2030, diperkirakan ada 800 juta pekerja diganti robot. Beberapa tahun ke depan secara global juga akan ada alih profesi sampai 375 juta pekerja.

“Misalnya, sekarang penjaga toko berkurang karena semua belanja online dan ini perlu diperhatikan betul. Sehingga anak-anak muda harus kreatif untuk menjawab tantangan itu,” ujar Bupati Anas.

Tak hanya meminta kreatif, dalam kesempatan ini, Bupati Anas juga mengapresiasi kerja keras para pendidik tersebut dengan menigkatkan insentif guru non PNS dari Rp 300 ribu menjadi Rp 1 juta dengan jumlah total anggaran yang di kucurkan Rp 50,5 miliar.

“Dengan dana insentif ini di harapkan bisa memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik, meskipun honor ini tidak sebanding dengan pengorbanan yang para guru jalankan. Tapi setidaknya, insentif menjadi bentuk penghargaan kepada guru,” pungkas Bupati Anas.

Dalam kesempatan ini, Bupati Anas juga turun ke lapangan menyalami para guru untuk memberikan ucapan selamat hari guru.

Upacara peringatan Hari Guru ini juga dimeriahkan dengan penampilan drumband etnik dari siswa SMPN 3 Banyuwangi. Mereka beratraksi dengan membawakan lagu Mars Guru dan Umbul-umbul Blambangan.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dari 3.178 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Banyuwangi yang lolos administrasi, sebanyak 265 diantaranya dinyatakan lulus Passing Grade setelah mengikuti tes selama 12 hari.

Tes CPNS ini di gelar secara bertahap sejak tanggal 1 November hingga 12 November 2018 di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banyuwangi.

Sementara, ke 265 pelamar yang dinyatakan lulus tes CPNS tersebut terdiri dari tenaga guru K2 sebanyak 54 orang, Tenaga Guru umum 39 orang, Tenaga Kesehatan umum 47 orang dan tehnis lainnya 125 orang. Sementara kebutuhan PNS di Banyuwangi sendiri sejumlah 600 orang.

Kepala BKD Banyuwangi, Nafiul Huda mengatakan, tercatat hanya 8,34 persen CPNS yang lulus tes dari kebutuhan yang ada, sehingga masih banyak formasi yang kosong.

“Contohnya, untuk formasi Tenaga Guru K2 yang kebutuhannya 176 orang, hanya terpenuhi 54 orang dan tenaga Guru umum 171 terpenuhi 39 orang,” ujar Huda.

“Sedangkan formasi kebutuhan Tenaga Kesehatan K2 hanya 1 orang, dalam tes CPNS kali ini tidak terpenuhi. Sementara kebutuhan Tenaga Kesehatan umum 188, hanya terpenuhi 125 orang,” imbuhnya.

Huda mengaku, dari kebutuhan tehnis lainnya yang sebanyak 64, justru terpenuhi 125 orang. Sehingga, mereka harus kembali mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sesuai dengan bidang yang diikuti.

“Terkait dengan masih banyaknya kekurangan formasi itu, Pemkab Banyuwangi telah mengusulkan 2 opsi kepada Presiden Jokowi,” kata Huda.

Pertama adalah dirangking dari total nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

“Sehingga bagi para pelamar yang nilainya cukup tinggi tapi tidak lulus, maka direkomendasikan untuk bisa masuk CPNS,” ungkap Huda.

Opsi kedua, penurunan Passing Grade seperti yang sudah ditetapkan Permenpan RB nomor 37 tahun 2018 tentang nilai ambang batas seleksi kompetisi dasar CPNS tahun 2018.

Adapun yang di maksud nilai ambang batas Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) adalah nilai minimal yang harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi CPNS.

“Dengan adanya 2 opsi ini bisa dilakukan penunjukan Passing Grade melalui Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) sehingga terpenuhi kekurangan formasi PNS di Banyuwangi,” pungkas Huda.

Sebelumnya, tercatat ada 5.122 pendaftar CPNS di Banyuwangi. Dan yang di nyatakan lolos seleksi administrasi sebanyak 3.178 orang, untuk selanjutnya mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Pihak Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi menyiapkan 66 perangkat komputer lengkap jaringan internet untuk digunakan SKD dan SKB para pelamar CPNS. Sebanyak 6 komputer di antaranya merupakan unit cadangan.

Sementara, skor nilai mereka bisa langsung terpantau di layar monitor yang terpasang di beberapa titik. Ini merupakan system Computer Assisted Test (CAT) yang diterapkan oleh Pemkab Banyuwangi dalam tes CPNS secara online sejak 5 tahun lalu, yang tersambung dengan jaringan internet, menggantikan system Lembar Jawaban Komputer (LJK).

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Sumedang Jawa Barat berkunjung ke Banyuwangi untuk melakukan sharing inovasi pelayanan public.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir membawa Wakil Bupati dan 60 jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melihat berbagai praktek pelayanan publik di kabupaten ujung Timur Pulau Jawa.

“Benchmarking ke Banyuwangi ini bukan kali pertama,” ujar Dony.

Sebelumnya di 2014, Sumedang pernah datang ke Banyuwangi belajar program Lahir Procot Pulang Bawa Akta. 

Saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Banyuwangi, Selasa (13/11), Dony mengatakan program percepatan akta tersebut sudah di duplikasi didaerahnya dan berjalan dengan baik.

“Ternyata Banyuwangi terus menelurkan banyak inovasi, sehingga kami kembali datang untuk mencontoh inovasi yang lain,” tutur Dony.

Salah satu inovasi yang kini paling menonjol, kata Dony, adalah Mal Pelayanan Publik.

Mal Pelayanan Publik mampu mengintegrasikan 199 layanan perijinan lintas sektoral di satu tempat. Mulai dari pengurusan surat yang dikeluarkan pemkab, kepolisian, Kementrian Agama, Badan Pertanahan Nasional, BPJS, hingga Kantor Pajak Pratama. 

“Inilah yang kembali menjadikan Banyuwangi unggul. Mal pelayanan publik ini mempercepat, mempermudah dan mempermurah pelayanan kepada masyarakat,” papar Dony.

Selain Mal Pelayanan Publik, Dony juga menyebut penanganan Banyuwangi terhadap masalah sosial juga menarik direplikasi. Mulai dari program Rantang Kasih, pemberian makanan gratis setiap hari kepada lansia miskin, pengantaran obat dari RSUD ke rumah warga miskin yang menggandeng ojek online, GOJEK. 

“Kami salut dengan berbagai program yang di gulirkan Pemkab Banyuwangi. Oleh karena itulah, kami membawa banyak SKPD untuk bisa menggali inspirasi dari Banyuwangi, seperti bagaimana menurunkan angka kemiskinan dan pertumbuhannya inklusif,” pungkas Dony.

Sementara itu, Bupati Anas mengatakan bahwa segala prestasi yang dilakukan Banyuwangi karena sejumlah hal. Salah satunya adalah kreativitas dalam mencari solusi.

“Di tengah keterbatasan anggaran, kami harus mencari banyak cara untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Bupati Anas.

Salah satunya dengan membuat Banyuwangi Festival yang berhasil menarik jutaan wisatawan. Event festival yang dibuat Banyuwangi pun sebagian besar langsung ditangani ASN, yang secara tidak langsung memicu kreativitas mereka.

“Saya banyak membuka diri dan berkolaborasi dengan banyak pihak. Ini adalah kunci dari keberhasilan yang di raih Banyuwangi selama ini,” papar  Bupati Anas.

Rombongan Pemkab Sumedang menghabiskan waktu selama tiga hari di Banyuwangi. Selain mengeksplor Kawah Ijen dan Bangsring Underwater, mereka juga akan berwisata kuliner khas Banyuwangi seperti rujak soto, kesrut, pecel rawon, nasi tempong, dan lain-lain.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kementrian Pariwisata (Kemenpar) kembali mempromosikan Banyuwangi ke manca negara.

Kali ini, bertepatan dengan pameran wisata terbesar di dunia, World Travel Mart di London, Inggris sejumlah branding Banyuwangi menghiasi taksi kota di London. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas dukungan Kemenpar yang terus mempromosikan Banyuwangi di kancah internasional.

Berbagai branding mulai Tarian Gandrung dan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen saat ini berseliweran di London. 

“Saya bangga dapat kiriman foto Menteri Pariwisata Arief Yahya pose di depan Black Cab Taxi yang berlatar penari Gandrung dan Kawah Ijen,” ungkap Bupati Anas.

Hal itu bukti bahwa promosi ini sebagai bentuk dukungan Kemenpar terkait pariwisata Banyuwangi.

“Saya juga berterima kasih pada pemerintah pusat yang selalu mendukung Banyuwangi,” kata Bupati Anas.

World Travel Mart (WTM) adalah momentum saat semua pelaku industri pariwisata dunia berkumpul. Kali ini, Kota London dipilih menjadi tuan rumahnya. Momen ini dimanfaatkan Kementerian Pariwisata untuk menebar branding. 

“Imbas dari promosi Kemenpar, kunjungan wisatawan ke Banyuwangi terus mengalami peningkatan,” ujar Bupati Anas.

Per 2017, ada 98 ribu wisatawan asing yang berkunjung ke daerah berjuluk The Sunrise of Java tersebut. Adapun total wisatawan nusantara mencapai 4,9 juta.

Diakui pula, hasil yang di dapat Banyuwangi sangat signifikan ketika pihaknya memilih pariwisata sebagai gerak kemajuan daerah. Diantaranya, perekonomian terdongkrak, transportasi berjalan lancar dan agen wisata berkembang. Mulai hotel sampai homestay mendapatkan imbas. Bahkan, UMKM dan kuliner juga mendapatkan semuanya.

“Kementerian Pariwisata selalu jeli memilih cara untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia ke mancanegara,” tutur Bupati Anas.

Dalam artian, momentum yang diambil dinilai selalu tepat, seperti promosi saat perhelatan World Travel Mart di London, Inggris saat ini yang di anggap sangat membantu daerah mendatangkan wisatawan ke Banyuwangi, sehingga target kunjungan wisatawan dari Presiden Jokowi bisa tercapai.

Secara terpisah, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya mengatakan bahwa strategi pemasaran pariwisata harus dilakukan dengan tepat.

“Promosi yang dipersiapkan dengan baik, akan mendapatkan impact yang positif juga,” kata Nia.

“Untuk itu kami selalu menyiapkan strategi untuk memperkenalkan Wonderful Indonesia ke mancanegara. Salah satunya dengan branding di Black Cab Taxi,” tutur Nia.

Dia menjelaskan, Black Cab Taxi memiliki mobilitas yang tinggi. Dengan demikian, branding yang dilakukan menjadi tepat. Karena, Wonderful Indonesia tidak hanya dilihat warga London, tapi juga wisatawan dan pelaku industri pariwisata dari berbagai belahan dunia yang hadir di WTM London 2018 tersebut.

Menurut Nia, ada 3 Open Great Bus yang dibalut full wrap selama November ini. Lalu ada branding Gandrung Banyuwangi di Open Great Bus yang dibungkus Mega Rear. Ada juga 350 taksi yang berbalut full wrap. Sedangkan 2 unit Open Great Bus dibungkus Wonderful Indonesia selama 5 minggu.

“Strategi branding Banyuwangi di manca negara ini bukan yang pertama dilakukan Kementerian Pariwisata. Ini sudah dilakukan di London sejak 2016, 2017,” papar Nia.

Dia mengaku, momen akbar Piala Dunia 2018 di Rusia juga tidak dilewatkan Kemenpar. Ada dua kota besar di Rusia yang ditebar brand Wonderful Indonesia, termasuk Kawah Ijen dan penari Gandrung.

Dalam keterangan tertulis, Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mendukung branding yang ditebar di World Travel Mart London.

“Brand Wonderful Indonesia sudah mendunia dan sudah banyak dikenal di mancanegara. Tapi kami tetap harus promosi dengan mengenalkan hal-hal baru dan menarik kepada wisatawan,” ujar Menpar Arie.

“Kami buat mereka penasaran dengan Wonderful Indonesia. Tujuannya, agar mereka mau datang ke Indonesia,” pungkasnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan startup teknologi ritel “Warung Pintar” untuk mengangkat daya saing warung-warung kecil dan menumbuhkan iklim wirausaha di daerah.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku sudah bertemu dengan founder dan CEO Warung Pintar, Agung Bezharie dan Harya Putra. Mereka juga sudah ke Banyuwangi.

“Sebentar lagi sudah matang skema kolaborasinya,” ungkap Bupati Anas.

Bupati Anas baru saja menghadiri “Pesta Rakyat Pintar” yang digelar Warung Pintar.

Warung Pintar adalah perusahaan rintisan (startup) yang menggarap teknologi sektor ritel. Warung-warung kecil didigitalisasi dan dipermak sedemikian rupa untuk membuatnya berdaya saing saat harus berhadapan dengan ritel-ritel modern.

“Setidaknya terdapat dua skema yang bakal dijalankan,” tutur Bupati Anas.

Pertama, menempatkan Warung Pintar di ruang-ruang publik dan destinasi wisata. Ke depan, di harapkan yang memiliki warung pintar ini bukan orang per orang, namun komunitas.

“Misal di ruang publik daerah A, maka yang mengelola adalah komunitas warga di sana, bisa koperasi atau kelompok pengajian ibu-ibu dan anak-anak muda,” kata Bupati Anas.

“Sekaligus menggiatkan kewirausahaan, karena warga bisa berproduksi dan menjualnya di Warung Pintar,” imbuhnya.

Skema kedua, sambung Bupati Anas, mendorong warung-warung yang sudah ada untuk didigitalisasi melalui Warung Pintar, sehingga bisa lebih kompetitif saat harus berhadapan dengan ritel modern.

“Saat ini di Banyuwangi dilakukan pembatasan ketat pergerakan ritel modern,” ujar Bupati Anas.

Kalau di daerah lain jumlah ritel modern bisa ratusan unit, di Banyuwangi baru puluhan karena memang dibatasi supaya warung-warung tradisional tetap harus maju, sehingga perlu ditingkatkan sistemnya. Maka Warung Pintar dinilai bisa menjadi salah satu solusi.

“Ini adalah wujud inklusi ekonomi lewat teknologi. Teknologi tidak memakan yang kecil,” tutur Bupati Anas.

Di Warung Pintar, selain skema digitalisasi untuk manajemennya, yang ditawarkan antara lain desain yang lebih modern. Di antaranya dilengkapi infrastruktur perangkat lunak seperti charger station.

Berdasarkan riset, digitalisasi ala Warung Pintar mampu meningkatkan pendapatan bulanan warung-warung kecil sebesar 89 persen.

“Yang dibentuk oleh perusahaan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 itu adalah ekosistemnya,” imbuh Bupati Anas.

Ke depan di harapkan Banyuwangi bisa membangun ekosistem ritel kecil yang terdigitalisasi, yang mempunyai management kuat ke komunitas di sekitarnya sekaligus bisa menyejahterakan masyarakat, yang dimulai dari kolaborasi ini.

Selain menjadi upaya meningkatkan kinerja warung-warung kecil dan mengajak warga berbisnis, Warung Pintar juga menjadi jendela promosi wisata daerah.

“Di Banyuwangi nantinya di setiap Warung Pintar ada perangkat promosi wisata,” pungkas Bupati Anas.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemerintah Daerah mengapresiasi pembukaan galeri lukis oleh perupa nasional asal Banyuwangi, S.Yadi K, yang dinilai akan semakin memperkaya khazanah kesenian dan kebudayaan di Banyuwangi.

Hal ini di sampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka galeri tersebut, Senin malam (01/10).

Galeri seni yang berada di jalan Kuntulan, nomor 135, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah ini menyajikan puluhan lukisan karya S Yadi K dan para pelukis asal Banyuwangi lainnya.

Tampak hadir puluhan seniman dan budayawan Banyuwangi dalam pembukaan semalam tersebut. Hadir pula budayawan nasional dan penulis buku Candra Malik pada kesempatan tersebut.

Bupati Anas mengatakan, Kesenian Banyuwangi memiliki keistimewaan tersendiri. Mulai dari lagu, tari-tarian hingga karya lukis para perupanya.

“Tidak hanya di tingkat lokal, tapi juga di nasional, bahkan kancah internasional,” ujarnya.

Menurut Bupati Anas, dengan adanya galeri ini, seni lukis dinilai akan semakin memperbesar sumbangsihnya pada khazanah kebudayaan di Banyuwangi.

Yadi merupakan salah seorang pelukis kenamaan Indonesia. Karya-karyanya telah dipamerkan di tingkat nasional maupun internasional. Pameran tunggalnya pernah dihelat di Edwin Gallery dan Taman Ismil Marzuki Jakarta.

Salah satu karyanya berjudul "Paju Gandrung" menjadi salah satu koleksi istana negara. Beberapa karyanya juga pernah dilelang di Balai Lelang Christie's dan Shotheby's di Singapura.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas juga mendorong tempat tersebut tidak hanya eksklusif untuk para pecinta seni saja. Namun, juga bisa menjadi salah satu alternative destinasi wisata baru di Banyuwangi.

“Selama ini banyak tamu saya penasaran dengan proses kreatif dari Yadi,” tutur Bupati Anas.

“Akan lebih menarik bila wisatawan bisa langsung datang ke galeri Yadi,” imbuhnya.

Selain menikmati lukisan, mereka juga bisa menyaksikan dan terlibat langsung dari aktivitas melukis.

Keberadaan Omah Seni tersebut, lanjut Bupati Anas, akan melengkapi destinasi Gunung Ijen. Para wisatawan setelah mendaki ke Ijen, bisa menikmati jenis wisata lain di bawahnya.

Selain Taman Terakota Gandrung di Jiwa Jawa Resort yang menonjolkan seni patung, mereka juga bisa menikmati seni lukis di Omah Seni S Yadi K tersebut.

“Apalagi, tempat tersebut terhitung masih dalam satu jalur menuju ke Ijen. Ini akan jadi destinasi minat khusus yang menarik wisatawan,” papar Bupati Anas.

Dia juga berjanji bakal turut serta mempromosikan keberadaan galeri tersebut.

“Ini akan jadi paket-paket wisata yang bakal ditawarkan kepada wisatawan yang ke Banyuwangi,” tutur Bupati Anas.

Apalagi sebentar lagi akan ada Annual Meeting IMF World Bank. Sehingga dinilai mereka akan tertarik dengan kesenian semacam ini.

“Selama ini kami banyak melibatkan para seniman dan budayawan dalam menentukan kebijakan. Terutama dalam menentukan berbagai bangunan-bangunan besar, seperti hotel dan tempat-tempat umum,” papar Bupati Anas.

Dicontohkan, arsitek hotel ataupun tempat-tempat umum di Banyuwangi di wajibkan untuk presentasi terlebih dahulu kepada para seniman dan budayawan. Mereka harus memastikan bangunan yang ada akan mengadaptasi konsep kebudayaan lokal. Di sejumlah hotel, bahkan sudah ada lukisan dan potret tentang Banyuwangi di setiap kamarnya.

“Di sinilah kami menitipkan peradaban Banyuwangi,” pungkas Bupati Anas.

Sementara itu, S Yadi K merasa tertantang dengan dorongan dari Bupati Anas. Ia menyampaikan bahwa geleri seninya tersebut akan menjadi pusat berkegiatan para perupa di Banyuwangi. Nantinya, mereka akan menggelar workshop maupun pameran di tempat tersebut.

“Galeri saya ini akan menjadi markas para perupa Banyuwangi yang siapa saja nantinya bisa berkunjung,” kata Yadi.

Dia juga mendukung ide Bupati Anas, yang diharapkan galeri seninya bisa menjadi bagian dari mengembangkan seni di Banyuwangi.

Acara tersebut juga dibarengi dengan pagelaran pameran lukisan bertajuk Kembang Kawitan. Berbagai karya lukis dari perupa Banyuwangi ditampilkan di Omah Seni S Yadi K. Pameran tersebut dijadwalkan satu bulan penuh hingga November mendatang.

 

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Delapan buruh bangunan harus mendekam di sel tahanan Polsek Ilir Timur II, Sumatera Selatan, lantaran kedapatan mengkonsumsi sabu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI George E. Supit memerintahkan satuan TNI kewilayahan untuk membentuk tim SAR (Search and Rescue) dalam membantu pencarian pesawat Dimonim Air.

MAGELANG, KOMPAS.com - Sebagian wilayah di lereng pegunungan Menoreh, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mulai mengalami krisi air bersih sebagai dampak musim kemarau.

MATARAM, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mencatat telah terjadi sebanyak 344 kali gempa di Lombok sampai Kamis (9/8/2018) pagi.

SOLO, KOMPAS.com — Gempa bermagnitudo 7 di Lombok, Nusa Tenggara Barat ( NTB), pada Minggu (5/8/2018), membubarkan acara makan malam para menteri dari Indonesia dan Australia.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tim Jelajah Sepeda Nusantara (JSN) 2018 diberangkatkan dari Banyuwangi, Rabu pagi (7/11). Banyuwangi menjadi kota pertama di Pulau Jawa yang menjadi titik pemberangkatan rombongan pesepeda ini. Belasan pesepeda tersebut dilepas  Asisten Perekonomian dan Kesra, Iskandar Azis didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi, Wawan Yadmadi dari Kantor Pemkab Banyuwangi. Mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Jember yang menjadi rute berikutnya. Saat melepas rombongan, Iskandar Azis mengucapkan terima kasihnya kepada mereka yang telah berkunjung ke Banyuwangi. Menurutnya, apa yang dilakukan Banyuwangi selama ini khususnya terkait pengembangan sport tourism dengan mengenalkan titik-titik wisata baru dinilai sudah sejalan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Rombongan ini telah tiba di Banyuwangi pada Selasa malam (6/11) setelah mereka menyelesaikan rute bersepedanya di Pulau Dewata-Bali.

Dikatakan Staf di Asisten Deputi Olahraga Rekreasi, Deputi Pemberdayaan Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Agus Santoso yang mengawal tim JSN, tim ini start sejak 30 Juni 2018 dari pos lintas batas negara yang ada di Entikong, Kalimantan Barat. Dari situ mereka menjelajah seluruh Kalimantan, yakni mulai Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara. Kemudian menjelajah seluruh Sulawesi, baru kemudian menyeberang ke Bali, dan tiba di Banyuwangi selasa malam. Agus menambahkan, tidak hanya sekedar bersepeda, para peserta juga bisa sekaligus menikmati keindahan destinasi wisata yang mereka lalui di sepanjang rute. Walau hanya berhenti selama beberapa saat sambil mengambil foto atau pun menikmati kuliner di tempat tersebut.

Tim JSN ini, imbuh Agus, dijadwalkan  menempuh jarak total sejauh 6700 kilometer dengan melintasi 4 pulau yakni Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Jawa. Dan akan finish di Yogyakarta pada 18 November. Ketika mereka tiba di Banyuwangi, total 6200 km telah ditempuh. Sebelumnya mereka sempat jeda sejenak saat Asian Games dan Asian Paragames digelar. Pesertanya yang terdiri dari 15 atlet itu berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Antara lain dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jakarta, Jawa Timur, Lampung dan Bali.

Ada 7 atlet laki-laki dan 8 perempuan. Agus menjelaskan, mereka merupakan atlet pilihan yang sudah menjalani seleksi dari Kemenpora. Dari segi usia, ada yang tua dan ada yang muda. Tertua 56 tahun dan yang termuda 18 tahun. Tujuan perbedaan usia itu sebagai penyeimbang dari tim. Yang tua menyemangati yang muda, dan sebaliknya. Misi JSN ini sendiri kata Agus, untuk mengkampanyekan olahraga. Namun bukan hanya dengan bersepeda, melainkan untuk semua cabang olahraga. Kebetulan saja pihaknya menggunakan sepeda, dengan asumsi bahwa sepeda itu alat olahraga yang terjangkau berbagai kalangan, bisa digunakan oleh siapa pun, baik tua maupun muda, dan tidak ada orang yang bersepeda yang hatinya tidak gembira. Intinya menurut Agus, pihaknya ingin mengkampanyekan dengan olahraga bisa sehat. Dengan sehat masyarakat bisa bergerak dan melakukan apa saja.

Salah satu atlet yang menjadi peserta JSN ini, Rendra Bayu mengaku sangat excited setiap kali berkunjung ke Banyuwangi. Dia mengaku sudah beberapa kali ke Banyuwangi dan selalu kangen dengan nasi tempongnya. Menariknya, Rendra pernah tercatat sebagai peserta International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) selama 4 kali, yakni di 2013, 2015, 2016 dan 2018. Rendra menjelaskan, JSN ini berbeda dengan ITdBI. Jika di ITdBI dirinya full kompetisi, kalau di sini lebih pada mempromosikan olahraga terhadap masyarakat Indonesia, khususnya di kota-kota yang disinggahi.

Selama perjalanan, menurut Rendra, seluruh anggota tim sangat support satu sama lain. Hampir tak ada kendala berarti yang mereka temui. Kesulitan sempat mereka temui saat melintasi Kalimantan, ada beberapa wilayahnya yang belum diaspal. Juga di Sulawesi yang jalanannya sudah bagus, tapi jarak rumah antar satu penduduk dengan penduduk lainnya agak jarang. Sedangkan di Pulau Jawa ini dinilai cukup banyak tanjakan, diantaranya tanjakan Gunung Kumitir dan Bromo. JSN ini digelar untuk kedua kalinya. Jika di tahun ini diberi nama Jelajah Sepeda Nusantara, di tahun 2017 lalu dikenal dengan nama Gowes Touring Pesona Nusantara dengan menempuh daerah Sabang - Magelang. Dalam 1 hari, rata-rata pesepeda ini mengayuh sejauh 100 – 130 km per hari, start pada pukul 07.00 hingga finish pada pukul 17.00 WIB. Dan sejak awal penyelenggaraan, event ini dinyatakan sebagai event yang zero accident.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menginginkan level International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) naik tingkat menjadi 2.1.

Direktur Kompetisi Manager PB ISSI, Sondi Sampurno mengatakan, di 2018 ini pelaksanaan ITdBI telah memasuki tahun ke 7.

“Saya sarankan agar levelnya sudah bisa naik 2.1 pada pelaksanaan di tahun 2019 mendatang,” ujar Sondi.

Sehingga menurut Sondi, nantinya akan banyak lagi tim yang datang dan mengikuti kegiatan ini serta nama ITdBI semakin terangkat.

“ITdBI sudah memenuhi syarat untuk naik level 2.1 karena sarana prasarananya sudah mendukung,” tutur Sondi.

Seperti, semakin banyak berdiri hotel berkelas serta kendaraan dan medan yang menjadi jalur para pembalap juga dinilai cukup bagus.

Sondi mengaku, kompetisi balap sepeda di Indonesia yang masuk level 2.1 baru satu yakni Tour de Indonesia milik PB ISSI.

“Pada tahap awal untuk menjadi 2.1 memang sangat berat. Tapi percaya, Banyuwangi akan bisa mengatasi berbagai persyarakatan untuk bisa naik level itu,” papar Sondi.

Sementara, Director ITdBI, Jamaluddin Mahmood mengaku tidak setuju ITdBI naik level menjadi 2.1 karena dinilai persiapannya cukup berat serta membutuhkan biaya mahal. Dicontohkan, jika sudah masuk level 2.1 maka minimal harus ada 3 tim dari pro continental, sedangkan untuk mendatangkan 1 tim membutuhkan biaya 30.000 dolar.

“Selain itu, nominal hadiahnya juga harus naik 2 kali lipat dibanding masih level 2.2,” kata Jamal.

Tidak hanya itu, menurut Jamal mobil yang di gunakan untuk setiap tim harus jenis sedan yang di lengkapi dengan 1 set roof racks di atas mobil untuk tempat sepeda, dan itupun warna mobilnya harus sama.

“Jika untuk menyewa sedan dengan jenis dan warna yang sama dipastikan membutuhkan biaya cukup besar,” papar Jamal.

Dan apabila ada 22 tim yang mengikut, maka harus ada 22 mobil sedan yang sama. Sedangkan harga 1 set roof racks saja mencapai 1.200 dolar.

Sementara untuk di 2018, ITdBI di gelar selama 4 hari sejak 26 hingga 29 September yang terbagi dalam 4 etape dengan total jarak tempuh 599 KM.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI) menilai, kualitas kompetisi balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) masuk dalam level 2.2 terbaik Asia.

Director ITDBI, Jamaluddin Mahmood, mengatakan, digelar sejak 2012, kualitas balap sepeda internasional level 2.2 yang telah masuk agenda rutin UCI itu terus meningkat. Sehingga berdampak pada kemudahan mengundang tim mancanegara. 

“Jika sebelumnya untuk mengundang tim, Banyuwangi harus subsidi. Tapi saat ini mereka langsung datang. Seperti Kinan Cycling Team, juara Asia Tour, ikut tanpa subsidi,” papar Jamal.

“Yang terpenting mereka bisa datang balapan dan menambah poin UCI,” imbuh Warga Malaysia yang malang-melintang menangani ajang balap di berbagai negara tersebut.

Dia menjelaskan, saat ini ITdBI sudah digolongkan sebagai balap level 2.2 terbaik bahkan di Asia. Level 2.2 sendiri adalah tiga tingkat di bawah World Tour Team seperti Tour de France.

“Selain Banyuwangi, ada China, Jepang, Hongkong, Langkawi juga Kazakhstan,” ungkap Jamal.

Predikat terbaik tersebut diberikan karena kualitas lomba. Begitu juga antusiasme penonton yang tinggi, namun trafik tetap terjaga. Dan yang tidak kalah penting adalah nilai jual event berkat dukungan media.

“Saya optimistis, ITDBI makin banyak diramaikan tim mancanegara, apalagi fasilitas di Banyuwangi terus tumbuh,” kata Jamal.

“Jika sebelumnya karena keterbatasan hotel, tim hanya membawa 5 pembalap, tapi kini hotel di Banyuwangi tambah banyak dan setiap tim bisa mengirimkan 6-7 orang pembalap sehingga bisa mencapai 22 tim yang ikut kompetisi ini,” papar Jamal.

Salah satu pembalap yang sangat senang ikut kompetisi ITdBI ini adalah Benjamin Dyball. Dia bersama timnya yang tergabung dalam St George Continental Cycling Australia sangat menikmati seluruh rute.

“Banyuwangi indah, saya suka makanannya,” kata Dyball.

Pada ITdBI 2018 ini, Benjamin Dybal merupakan juara umum.

Para commissaire (juri) dari Federasi Balap Sepeda Dunia alias UCI (Union Cycliste Internationale) kompak menilai ITDBI 2018 berjalan sukses. Seperti yang di sampaikan juri asal China, Zhao Jinshan yang mengaku ITDBI adalah pelaksanaan terbaik lomba balap sepeda 2.2 yang pernah dia ikuti.

Sementara, juri asal Jepang, Tsunenori Kikuchi mengatakan, ini merupakan salah satu balap sepeda kategori 2.2 terbaik, tidak hanya di Asia, namun di dunia.

“Saya selalu suka suasana Gunung Ijen,” tutur Kikuchi.

Commissaire Michale Robb dari Irlandia mengatakan, dirinya telah banyak mengikuti balap sepeda mewakili UCI.

“Rute yang disajikan Banyuwangi lebih bagus dibanding berbagai negara. Misalnya, rute tanjakan menuju Gunung Ijen,” ujar Micky.

Rute ini salah satu terekstrem di Asia karena melalui tanjakan berketinggian 1880 meter di atas permukaan laut dan tingkat elevasi 20 persen. Rutenya menyajikan kemiringan lereng 45 derajat.

“Rute di ITdBI mirip dengan kejuaraan World Tour yang pernah di ikutinya, salah satunya Giro Italia yang Excellent route,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas berterima kasih atas dukungan berbagai pihak terhadap pelaksanaan ITDBI.

“Dari tahun ke tahun kami terus berbenah,” kata Bupati Anas.

“Bagi saya, ITDBI bukan hanya ajang olahraga berbalut wisata, tapi juga bagian dari konsolidasi perbaikan infrastruktur dan pengungkit ekonomi daerah,” paparnya.

Bupati Anas juga mengaku, perhelatan ITdBI ini dipastikan akan kembali di gelar di tahun 2019 mendatang.

Sementara untuk di 2018, ITdBI di gelar selama 4 hari sejak 26 hingga 29 September yang terbagi dalam 4 etape dengan total jarak tempuh 599 KM.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk menjaga stamina agar tetap kuat selama mengikuti kompetisi balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), para pembalap mengkonsumsi sejumlah makanan bernutrisi tinggi.

Pada ITdBI 2018 ini, para pembalap harus menempuh lintasan sejauh 599 KM selama 4 hari yang terbagi dalam 4 etape. Dan tentunya ini dibutuhkan stamina yang kuat untuk bisa menyelesaikan perhelatan yang telah masuk dalam level 2.2 terbaik di Asia tersebut.

Lantas, apa saja yang dikonsumsi para pembalap untuk menjaga daya tahan tubuh mereka?

Vera Shafira, Director Operational eL Royale Hotel and Resort Banyuwangi, mengatakan, setiap makan malam dan sarapan pihaknya menyiapkan ratusan omelet telur untuk konsumsi para pembalap. 

“Sekali makan, pembalap itu bisa menghabiskan enam hingga delapan omelet telur,” ujar Vera.

Dia mengatakan, di eL Royale terdapat sekitar 105 tamu yang terlibat di ITdBI. Mulai dari pembalap, official, tim teknis lainnya. Tiap penyajian makan malam dan sarapan, para pembalap meminta menu khusus. Dan permintaanya lebih banyak telur juga daging.

“Untuk karbohidratnya, nasi dan pasta harus selalu ada. Roti juga disediakan banyak. Selain itu, makanan tidak boleh pedas,” papar Vera.

Menurut Vera, para pembalap lebih menyukai omlet. Pernah disiapkan telur rebus, hanya beberapa pembalap yang mengonsumsi. 

Oleh karena itulah, Vera mengaku pihaknya selalu menyiapkan ratusan telur untuk omlet di setiap makan malam dan sarapan. Dan ini tidak pernah ada komplain dari panitia tentang menu disajikan.

“Selain itu, buah-buahan juga harus tersedia untuk pembalap dan mereka banyak yang menyukai semangka,” tutur Vera.

Chairman ITdBI 2018, Guntur Priambodo, mengatakan saat balapan, mereka membutuhkan nutrisi kompleks. Seperti, makanan tinggi protein, karborhidrat rendah glukosa, elektrolit, dan vitamin yang bisa membentuk otot-otot neurotrophic.

“Rute ITdBI sangat panjang ditambah cuaca yang panas selama empat etape,” kata Guntur.

“Setiap satu jam energi pembalap habis, sehingga perlu asupan nutrisi tepat waktu,” imbuhnya.

Nutrisi ini seperti vitamin, karbohidrat murni yang bisa didapat dari oatmeal, beras merah, kacang-kacangan, buah pisang, dan kurma. Air minum dan susu murni juga menjadi faktor penting. 

Guntur menjelaskan, setiap satu jam, harus ada nutrisi masuk tubuh. Apalagi saat balapan jangan sampai terlambat, agar tidak terjadi defisiensi karbohidrat yang bikin tubuh melemah.

Untuk menjaga asupan nutrisi, Niels Van Der Pijl, pembalap Belanda dari PCS Cycling Team selalu membawa dua pisang, dua snack power bar, dan satu botol minuman elektrolit yang diselipkan di belakang kaosnya selama balapan untuk mengganti energy yang hilang.

“Tapi sesekali saya juga mencoba kuliner khas nusantara,” ujar Niels.

Seperti yang dilakukannya sesaat sebelum ikut lomba di etape tiga. Sambil ngopi, Niels bersama rekan-rekannya satu tim membeli krupuk ikan yang dijajakan oleh pedagang keliling.

“Kopi Banyuwangi cukup enak,” pungkasnya.

Tidak hanya dari Belanda, sejumlah pembalap lain dari Eropa dan Jepang sering terlihat ngopi di warung-warung sekitar lokasi start. 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi – Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI) me nilai, sepanjang empat etape rute yang disuguhkan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 begitu menantang, dan bahkan sudah berkelas dunia.

Commissaire 2 UCI (Union Cycliste Internationale) Michale Robb dari Irlandia mengatakan dirinya sudah banyak mengikuti kejuaraan dunia mewakili UCI. Rute yang disajikan ITdBI menurutnya tidak kalah dengan kejuaraan dunia di berbagai negara.

"Semua rutenya dari stage 1 sampai terakhir sempurna, tidak kalah dengan Eropa. Pemandangannya juga sangat indah, setelah pulang saya akan promosi tentang Banyuwangi dan mengajak orang orang untuk berwisata dan berinvestasi di Banyuwangi," ujar Micky, panggilan akrabnya.

Rute ITdBI juga dinilai sangat menantang dan teknikal bagi para pembalap. Dimulai dari etape 3 yang menurut Micky sangat pas pilihan rutenya.

“Di etape ini, pembalap melewati dua tanjakan yang masuk kategori 3, dan rutenya rolling (naik turun),” tutur Micky. 

Hal yang sama juga di etape 4, yang menyajikan tanjakan menuju Gunung Ijen. Rute ini memang menjadi yang terberat karena melalui tanjakan Gunung Ijen dengan ketinggian 1880 mdpl dan tingkat elevasi hingga 20 persen. Rutenya juga menyajikan kemiringan lereng hingga 45 derajat.

"Excellent route, sangat teknikal. Saya pernah ikut World Tour salah satunya Giro de Italia, rute disini mirip dengan kejuaraan tersebut," kata Micky.

"Semua berjalan dengan lancar aman dan sesuai standar, tidak ada komplain. Panitia sudah melakukan pekerjaannya dengan baik, well organized, saya juga merasa nyaman disini. Terima kasih untuk semuanya, saya merasa beruntung terlibat di even ini," papar Micky.

Terkait rute, jawara ITDBI 2018 Benjamin Dybal mengaku jika rute etape 1 hingga 4 semuanya berat. Dan etape empat membuatnya harus ektra menguras tenaga dan mengatur teknik bersepeda.

"Saya sudah berulang kali menghadapi tanjakan. Ini adalah tanjakan terberat  yang pernah saya taklukkan. Mungkin satu dari tiga tanjakan terberat yang pernah saya selesaikan sepanjang karier balapan saya," sebut pembalap berusia 29 tahun itu.

Tidak hanya memuji pilihan rute ITdBI Micky juga menilai keseluruhan pelaksanaan ITdBI telah dilakukan secara profesional. Mulai penataan lokasi start dan finish termasuk penataan barrier, pengambilan video semua terkoordinasi dengan baik.

Ditambahkan Commissaire 3 ITdBI Tsunenori Kikuchi di setiap tahun dirinya terlibat di even ITdBI selalu ada kejutan. Tahun ini dia sangat suka dengan area finish etape ke empat yang berlangsung di area Gunung Ranti yang lokasinya terpaut hanya 50 meter dari Paltuding Ijen.

“Lokasi ini menyuguhkan panorama lansekap pegunungan yang indah dengan latar Gunung Ranti yang menjulang gagah,” ungkap Kikuchi.

"Saya merasa ITdBI adalah lomba yang terbaik untuk kategori 2.2 tidak hanya di Asia tapi di dunia," cetusnya. 

Sementara itu Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada ITdBI oleh para juri tersebut.

Bupati Anas mengatakan Banyuwangi senantiasa memperbaiki kualitas penyelenggaraan ITdBI sebagaimana masukan dari UCI setiap tahunnya.

"Kami ingin memberikan yang terbaik bagi para pembalap yang bertanding di even ini," ujar Bupati Anas.

Dia menambahkan Banyuwangi sendiri memiliki potensi alam yang kaya dan inilah yang ingin ditonjolkan pada ITdBI. Lansekap Banyuwangi dengan segala keeksotikan alamnya, mampu menjadi panggung yang indah bagi para pembalap. 

"Banyuwangi adalah daerah terluas di Jawa Timur, didukung komitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur daerah, kami akan terus berusaha menyajikan rute yang menantang dan menarik bagi pembalap dunia ini," pungkas Bupati Anas.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pembalap Australia menjadi juara umum di kompetisi balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018 etape 4, Sabtu (29/9) setelah berhasil menaklukkan tanjakan menuju kawah Ijen yang tergolong terekstrim di Asia.

Dia adalah Benjamin Dyball bernomor punggung 93 dari tim St George Continental Cycling Australia, menjadi yang tercepat sejak start di Pasar Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran dan finish di Paltuding Kawah Ijen di lintasan sepanjang 127,2 KM dengan catatan waktu 3 jam 49 menit 44 detik.

Selisih waktu 47 detik dari pemenang etape ketiga Jesse Ewart (Tim Sapura Cycling Malaysia) dan Thomas Lebas (Tim Kinan Cycling Jepang) sekitar 1 menit 4 detik dinilai sudah cukup membuatnya tidak terkejar di papan klasemen general classification.

Dyball menguasai ITdBI 2018 mulai etape pertama hingga empat dengan catatan waktu total 15 jam 8 menit 7 detik. Berselisih 58 detik dari Ewart dan 1 menit 14 detik dari Lebas. 

Seperti prediksi sebelumnya, tiga pembalap climber terbaik tersebut bertarung habis-habisan di etape terakhir. Ewart, Lebas, dan Dyball saling menempel sejak 20 kilometer terakhir.

Namun, pada 7 km terakhir Dyball meninggalkan Ewart, pesaing terdekatnya, setelah lebih dulu melewati Lebas. Dyball, pembalap 29 tahun tersebut mengaku sebenarnya tidak berencana attack dan dia hanya fokus pada pace dan ritmenya sendiri.

Dyball awalnya mewaspadai Lebas dalam persaingan etape pemungkas mendaki tanjakan terberat dalam standar federasi balap sepeda dunia, hors categorie, tersebut. Namun, ternyata bukan Lebas yang menempelnya ketat. Justru Ewart yang sehari sebelumnya memenangi etape tiga.

“Sejak stage 1 hingga 4 terutama yang terakhir, cukup berat utamanya angin dan cuaca panas. Karena itulah, saya mengatur strategi dan attack bersama tim,” papar Dyball.

“Semua etape sangat bagus dan dia menjaga energinya dengan menyiapkan makan dan minum yang cukup,” imbuhnya.

Kemenangan Dyball tak hanya mencatatkan namanya sebagai juara umum pada debutnya di ITdBI. Tapi juga memperpanjang capaian impresif St George Continental di sejumlah race di Indonesia.

Sebab, sebelumnya di Tour de Siak 2018 mereka juga mendominasi balapan. Mereka merebut juara umum, etape, sekaligus juara tim.

Di ITdBI 2018, tim asal Australia itu kembali mengulanginya. Selain juara general classification, mereka menjadi juara tim dan juara etape pertama atas nama Marcus Culey.

Bahkan, kekuasaan Culey di general classification tidak tergantikan sejak kemenangan di hari perdana ITdBI itu sampai akhirnya dikudeta rekannya sendiri.

Begitu juga status sebagai raja tanjakan. Gelar King of Mountain diberikan kepada Benjamin Dyball.

Sementara itu, untuk dua kategori lainnya, pembalap Indonesia Jamalidin Novardianto (PGN Road Cycling Team) menjadi sprinter terbaik (green jersey). Khusus untuk kategori pembalap Indonesia terbaik alias red and white jersey, rekan setim Jamalidin, Jamal Hibatullah, menjadi pembalap Merah Putih terbaik.

 

 

Cuaca

Banyuwangi Indonesia Partly Cloudy (night), 23 °C
Current Conditions
Sunrise: 4:53 am   |   Sunset: 5:22 pm
96%     6.0 mph     33.525 bar
Forecast
Wed Low: 24 °C High: 29 °C
Thu Low: 24 °C High: 29 °C
Fri Low: 24 °C High: 30 °C
Sat Low: 23 °C High: 31 °C
Sun Low: 23 °C High: 31 °C
Mon Low: 23 °C High: 30 °C
Tue Low: 23 °C High: 30 °C
Wed Low: 23 °C High: 30 °C
Thu Low: 23 °C High: 29 °C
Fri Low: 23 °C High: 26 °C
Advertisement

Top Stories

Grid List

Merdeka.com - Selain mengandung antioksidan yang unik, telur juga dapat menutrisi otak dengan baik.

Merdeka.com - Seorang wanita di Turki menggugat cerai suaminya dan menuntut kompensasi finansial akibat tak kuasa menjalani hubungan rumah tangga dengan pasangannya tersebut.

Bukan karena tindak kekerasan dalam rumah tangga, namun wanita ini muak lantaran sang suami punya kebiasaan mengenakan pakaian dalam wanita saat berada di dalam rumah.

Dikutip dari laman Alaraby.co.uk, Jumat (10/8/2018), menurut kuasa hukum dari wanita tersebut, proses pengajuan perceraian telah dilimpahkan kepada Pengadilan Keluarga di Gaziosmanpas, Istanbul, Turki.

Sang kuasa hukum juga mengatakan jika suami dari kliennya ini kerap mengenakan riasan dan pakaian dalam perempuan sejak dua tahun terakhir.

Tahu bahwa suaminya bertingkah aneh, wanita ini pun langsung menegurnya. Namun, upaya agar sang suami berubah malah mendapat respons yang tak mengenakan. Wanita itu malah mendapat perlakuan kasar.

"Klien saya jadi depresi dan sudah tidak bisa lagi mempertahankan pernikahan ini," kata pengacara.

"Korban pun menyebut bahwa ia curiga sang suami memiliki kelainan orientasi seksual. Sehingga sudah yakin untuk berpisah," tambahnya.

Kedua belah pihak juga sudah setuju untuk bercerai.

Pasangan suami istri yang sudah menikah selama sembilan tahun ini mengaku sudah mantap menata hidup masing-masing. Tetapi permasalahannya ada pada si pria yang enggan membayar kompensasi atas klaim kerugian yang dirasakan oleh sang istri.

Turki adalah salah satu negara yang menentang kelompok LGBT. Sebelumnya negara ini juga melarang pawai kaum LGBT.

Sumber: Liputan6.com

Despair copy implications shouldn't weren't

Entertainment

Exception saddle publications hearst haven't. Prove reflection conspiracy brown's architect. Coating builder flux badly january. Hoag eliminated accounts delay mutual promising

Manufacturers throat cat

Adventure

Banyuwangi, kabupaten yang terletak diujung timur pulau Jawa ini merupakan penghubung antara pulau Jawa dengan pulau Bali.

Agenda Acara Selanjutnya

Advertisement