Diklatpim ini bertujuan mencetak para pemimpin yang bisa melakukan perubahan di satuan kerjanya masing-masing

Ilex VIS – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memilih Banyuwangi sebagai kabupaten Benchmarking atau Pembanding dalam Diklatpim, karena dinilai banyak memiliki prestasi dibanding kabupaten lain. Kabag Diklat Kelembagaan Pusdiklat BPK RI, Nurendro Adi Kusuma mengatakan bahwa pihaknya sengaja memilih Banyuwangi dalam kegiatan Diklatpim III karena Banyuwangi paling banyak memiliki prestasi. Sebelumnya ada pemikiran untuk melakukan Diklatpim ini di kabupaten Badung Bali.

Diklatpim ini bertujuan mencetak para pemimpin yang bisa melakukan perubahan di satuan kerjanya masing-masing dan bisa mengajak orang lain seperti bawahan atau atasannya untuk mendukung perubahan ke arah yang lebih baik, terutama melayani masyarakat.

Guna meningkatkan pelayanan serta inovasi terus menerus, BPK RI belajar di Banyuwangi. Dari hasil kunjungannya kali ini, BPK banyak belajar terkait peningkatan pariwisata yang dikerjasamakan dengan beberapa instansi terkait. Kabupaten Banyuwangi yang terus meningkatkan teknologi informasi untuk inovasi yang berdampak para pelayanan masyarakat juga menjadi pembelajaran penting bagi BPK RI.

Diklat Kelembagaan Pudiklat (Diklatpim) 3 BPK RI yang datang ke Banyuwangi pada Selasa (31/3). Mereka beranggotakan 15 orang yang terbagi dalam 2 kunjungan, yakni di kantor Badan Kepegawaian Daerah dan di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Masing-masing kelompok mempunyai tujuan untuk mempelajari inovasi yang sedang dikembangkan di Banyuwangi untuk diadopsi atau ditiru oleh BPK RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *