Ilex VIS- Pemerintah propinsi Jawa Timur hanya bisa memback up dan mendukung berbagai upaya yang di lakukan oleh Kementerian Luar Negeri terhadap nasib TKI asal Banyuwangi yang terancam hukuman mati. Wakil gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf mengatakan, menyangkut nasib warga Indonesia yang bekerja di luar negeri, itu adalah tanggung jawab dan kewenangan dari Kementrian Luar Negeri. Termasuk menangani berbagai permasalahan yang di hadapi oleh para TKI. Sehingga menurut pria yang biasa di sapa Gus Ipul tersebut, pemerintah propinsi hanya bisa mendukung berbagai upaya yang telah di lakukan Kementrian Luar Negeri dalam rangka melindungi serta memperjuangkan agar para TKI yang tercancam hukuman mati bisa di tunda, bahkan apabila perlu mereka bisa di bebaskan dari hukuman tersebut. Gus Ipul menjelaskan, pemerintah Indonesia khususnya pemerintah propinsi Jawa Timur menghormati hukum yang di berlakukan di masing masing negara tersebut, namun pihaknya tetap memberikan perlindungan hukum semampu yang bisa di lakukan. Sebelumnya, di kabarkan dua orang TKI asal Banyuwangi di vonis mati di Arab Saudi dan Iran. Mereka Lilik Ernawati (43) warga desa Sambimulyo kecamatan Bangorejo dan Ginanti, karena mereka tersandung kasus hukum. Namun sayang, pemkab Banyuwangi masih belum menemukan alamat pasti Ginanti. Sementara Lilik di kabarkan telah membunuh suaminya asal Bangladesh di Arab Saudi. Sedangkan kasus Ginanti masih belum jelas. Kabarnya, Lilik berangkat menjadi TKI pada tahun 2006. Sejak saat itu hingga di tahun 2015 ini,Lilik belum pernah pulang ke Banyuwangi. Bahkan sejak tahun 2007, Lilik tidak pernah mengirim uang pada keluarganya. Hingga akhirnya, pihak keluarganya mendapat kabar kalau Lilik akan menjalani hukuman mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *