Ilex VIS- Program Lahir Procot Pulang Bawa Akte yang di gulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapat penghargaan salah satu inovasi pelayanan publik terbaik se-Indonesia dari Kementrian Pendayagunaan dan Aparatur Negara atau Kemenpan RB. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil presiden Jusuf Kalla kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Wapres Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan kepada 25 pencetus inovasi pelayanan publik terbaik, termasuk Banyuwangi. Lahir Procot Pulang Bawa Akta merupakan pelayanan inovasi Pemkab Banyuwangi dalam melayani pembuatan akta kelahiran bagi warga dalam waktu yang super cepat. Sejak tahun 2013 sampai April 2015, melalui pelayanan ini sudah diterbitkan sebanyak 15. 675 lembar akta kelahiran. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, program ini adalah implementasi dari reformasi birokrasi, di mana setiap pemerintah daerah dituntut untuk memberikan layanan publik yang cepat, murah, dan efisien. Dan penerbitan akta ini gratis dan singkat. Sementara itu, tempat persalinan yang akan melayani program ini adalah 45 Puskesmas yang tersebar di 24 kecamatan se kabupaten Banyuwangi, serta dua rumah sakit pemerintah, dan lima RS swasta yang telah bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi. Bupati Anas mengaku, rencananya ke depan, pelayanan program ini akan di teruskan sampai ke bidan-bidan dengan sistem teknologi informasi dalam kerangka Banyuwangi Digital Society. Jadi, begitu lahir di tempat bidan, hari itu juga bisa dapat akta kelahiran. Sementara itu, syarat yang dibutuhkan untuk kepengurusan akta lahir super-kilat ini antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP) orangtua, Kartu Keluarga atau KK dan nama calon bayi. Dan sebelum bayi lahir, nama harus sudah disiapkan. Sehingga saat bayi lahir bisa langsung diproses akta kelahirannya. Nama bayi ini wajib karena akan tercantum di akta kelahiran. Biasanya, petugas di lapangan terkendala karena masih ada warga yang untuk memberikan nama anaknya masih nunggu petunjuk kakek, nenek, atau saudara-saudara lainnya. Saat ibu melahirkan di Puskesmas atau Rumah Sakit, maka langsung diproses akta kelahirannya, karena Puskesmas dan Rumah sakit telah terintegrasi sistemnya dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai otoritas penerbit akta kelahiran. Proses penerbitan akta kelahiran antara 1-2 hari. Jadi, ketika bayi pulang dari Rumah sakit atau Puskesmas sudah langsung membawa akta. Akta kelahiran akan langsung dikirim melalui PT Pos Indonesia yang sudah menandatangani perjanjian dengan Pemkab Banyuwangi. Bupati Anas menambahkan, akta kelahiran telah menjadi isu global yang mendapat perhatian banyak pihak. Secara internasional, akta kelahiran sudah diatur dalam Konvensi Hak Anak atau Convention on the Rights of the Child yang disetujui oleh Majelis Umum PBB pada 20 November 1989. Indonesia menandatangani Konvensi tersebut pada 26 Januari 1990, dan meratifikasinya melalui Keppres 36 tahun 1990 pada 25 September 1990.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *