Home / News / Hingga Hari ke 5, MTQ Lancar

Hingga Hari ke 5, MTQ Lancar

Ilex VIS- Hingga di hari kelima Kamis (28/5/2015), pelaksanaan MTQ ke 26 se Jawa Timur di Banyuwangi di nilai telah berjalan cukup bagus. Hal ini di sampaikan oleh bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, setelah melakukan peninjauan pelaksanaan MTQ di aula Stikes dan gedung wanita Paramitha Kencana. Menurut orang nomer satu pada jajaran pemkab Banyuwangi tersebut, pihaknya menyadari bahwa pada hari pertama pelaksanaan MTQ masih ada beberapa kekurangan, mulai dari lokasi pelaksanaan perlombaan maupun beberapa sarana dan prasarana lainnya. Namun pemerintah daerah sudah menambalnya dengan segera. Bupati Anas pun telah berkoordinasi dengan dewan hakim terkait pelaksanaan lomba MTQ tersebut, yang menurutnya sudah berjalan dengan baik utamanya dari sisi tempat yang di gunakan untuk lokasi perlombaan, di anggap sudah sangat representatif. Bahkan ruangan gedung wanita paramitha kencana di anggap sudah sangat bagus dan luar biasa untuk tempat lomba MTQ, khususnya saat ini di gunakan untuk lomba cabang kaligrafi. Bupati Anas juga menyoroti terkait adanya tenaga medis di setiap lokasi lomba, yang di anggap bisa membantu kesehatan para peserta. Sementara itu, Dewan Hakim yang juga merupakan ketua Majelis Musabaqah Hatitil Qur’an , M.Faiz Abdurrozaq mengatakan, dirinya sudah mulai aktif di per MTQ an sejak tahun 1997. Dan dia sudah mengikuti perjalanan lomba MTQ baik tingkat nasional maupun kabupetan. Untuk lomba tingkat kabupaten, pelaksanaan di Banyuwangi di nilai sangat luar biasa. Bahkan, untuk berbagai lokasi perlombaan di Banyuwangi apabila di bandingkan dengan lomba tingkat propinsi di luar pulau jawa, Banyuwangi di anggap paling bagus. Selain itu menurut Faiz, untuk lomba di tingkat propinsi, pelaksanaan lomba MTQ di Banyuwangi di nilai paling baik dan meriah karena di tempat lain tidak ada gebyarnya. Sedangkan di Banyuwangi, semangat pemerintah daerah dalam menyambut pelaksanaan MTQ ke 26 ini sudah mulai terasa sejak pembukaan. Mulai dari saat pawai Ta’aruf hingga pembukaan MTQ di alun alun taman Blambangan. Namun yang menjadi catatan dari dewan hakim adalah, pada saat di mulainya pembukaan MTQ tidak ada kembang api. Konon ada kembang api, namun di saat masyarakat di taman Blambangan sudah bubar. Seharusnya menurut Faiz, kembang api di nyalakan bersamaan dengan di saat tombol pembukaan MTQ di tekan. Faiz juga mengacungkan jempol, dengan adanya tim medis di setiap lokasi perlombaan, karena di anggap bisa membantu para peserta di saat kesehatannya terganggu. Utamanya bagi para peserta kategori Kaligrafi, yang di anggap darahnya naik turun saat membuat kaligrafi nya karena di butuhkan keseriusan.

About farizkurnia

Check Also

Kunjungi Agro Expo, Mendes PDT Apresiasi Upaya Banyuwangi ini

radiovisfm.com, Banyuwangi – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengapresiasi upaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *