ASDP Banyuwangi telah menyusun beberapa skenario untuk mengurai arus lalu lintas penyebrangan

Guna memperlancar arus mudik dan balik lebaran di tahun 2015 ini, PT. ASDP mengoperasikan 48 unit armada kapal di lintas penyeberangan Ketapang – Gilimanuk. Dari ke-48 unit armada kapal tersebut, 35 kapal dimaksimalkan pengoperasiannya, sedangkan 13 unit lainnya sebagai kapal cadangan. Saat kondisi di pelabuhan sangat padat karena terus meningkatnya volume penumpang kapal, maka ke-13 unit kapal tersebut akan dioperasikan.

Plt kepala cabang PT. ASDP Indonesia Ferry Ketapang – Gilimanuk, Saharudin Khoto mengatakan bahwa semula pihaknya menyiapkan 45 unit armada kapal untuk melayani jasa penyeberangan di masa arus mudik dan balik lebaran ini. Namun ternyata ada tambahan tiga unit kapal jenis KMP yang disiapkan oleh pusat saat puncak arus mudik

Apabila dari ke-48 unit armada kapal tersebut masih belum bisa mengatasi antrian panjang kendaraan bermotor dari para pemudik karena volumenya terus meningkat maka pihak PT. ASDP melakukan upaya langkah alternatif, yaitu meminta bantuan dua unit kapal di lintas penyeberangan Padang Bai – Lembar untuk dioperasikan di lintas Ketapang – Gilimanuk. Menurut Saharudin, hal itu sudah merupakan skenario dari pihaknya apabila terjadi kepadatan pemudik.

Selama masa angutan lebaran 2015 ini, pihak PT. ASDP juga mengoperasikan dua dermaga MB, satu dermaga ponton serta tiga dermaga LCM di pelabuhan ketapang. Demikian halnya di pelabuhan Gilimanuk Bali. Diharapkan, keberadaan dermaga tersebut bisa menjadi sarana dan prasarana untuk mengurai antrian panjang kendaraan bermotor saat arus mudik dan balik lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *