Peraturan ini bertujuan untuk melakukan pemerataan fasilitas alat peraga kampanye calon agar tidak ada perbedaan

Dalam pilkada mendatang, pasangan calon diperbolehkan mengeluarkan biaya sendiri untuk membuat alat peraga kampanye, namun nilainya tidak melebihi harga 25 ribu per itemnya. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh komisioner KPU Banyuwangi, Edy Saiful Anwar pada jumat (26/6) sore, saat menyampaikan sosialisasi tentang alat peraga kampanye dan mekanisme pendaftaran pasangan calon, kepada pengurus parpol yang bertempat di aula KPU Banyuwangi.

Edy menuturkan bahwa dalam pilkada mendatang, seluruh alat peraga kampanye pasangan calon disediakan oleh KPU. Namun calon juga boleh membuat alat peraga sendiri untuk disampaikan pada pendukungnya, dengan syarat bahwa alat peraga berupa barang yang dibuat dan harganya tidak boleh lebih dari 25 ribu setiap itemnya. Berdasarkan peraturan KPU nomor 7 tahun 2015 tentang kampanye, item barang yang boleh dibeli untuk kegiatan kampanye calon seharga maksimal 25 ribu berupa kaos, topi, gelas Mug, kalender, kartu nama, Pin, Bolpoin, payung, serta stiker dengan ukuran maksimal 5 cm.

Pasangan calon tidak diperbolehkan membeli alat peraga kampanye diluar dari jenis yang sudah ditentukan oleh KPU, karena peraturan ini bertujuan untuk melakukan pemerataan fasilitas alat peraga kampanye calon, agar tidak ada perbedaan antar calon yang kaya dengan yang miskin saat kampanye. Sedangkan untuk alat peraga kampanye tiap pasangan calon yang disediakan oleh KPU adalah baliho 5 buah untuk 1 kabupaten, umbul-umbul 20 buah untuk tiap kecamatan, serta spanduk 2 buah di tiap desa atau kelurahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *