Sempat terjadi dua kali gempa letusan serta keluarnya awan coklat setinggi 100 sampai 300 meter.

Ilex VIS – Status gunung Raung yang ada di perbatasan antara Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso meningkat, dari waspada level II menjadi siaga level III. Berdasarkan catatan dari Badan Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi, (PVMBG) Bandung melalui pos pengamat gunung api raung Mangaran desa Sumber Arum, Songgon Banyuwangi, peningkatan status gunung raung ini mulai diberlakukan pada Senin (29/6) pukul 09.00 WIB, karena gunung Raung terus menerus mengeluarkan hujan abu dengan peningkatan yang cukup signifikan disertai hembusan asap tebal.

Sempat terjadi dua kali gempa letusan serta mengeluarkan asap kecoklatan di atas gunung setinggi 100 sampai 300 meter ke arah barat dan utara. Petugas Pos Pengamat gunung api raung, Burhan Aletheia mengatakan bahwa selain terjadi hujan abu yang cukup segnifikan, gempa tremor pada gunung raung juga terus meningkat pada 21 mili dengan amplitudo 4 hingga 32 kali.

Sementara itu, gunung api raung juga terus mengeluarkan asap tebal yang mengikuti arah angin. Berdasarkan fenomena yang ada, daerah yang paling besar terdampak dari asap tebal tersebut kawasan Bondowoso, karena arah anginnya ke utara dan barat. Dengan peningkatan status, Raung nilai sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat, sehingga pihaknya bersama PVMBG melarang adanya aktifitas masyarakat pada radius 3 kilometer dari puncak. Masyarakat juga dihimbau tidak panik dan selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi dan petugas PVMBG.

Meskipun terjadi peningkatan status, aktifitas masyarakat yang berada di kawasan lereng gunung raung masih berjalan normal. Mereka melakukan aktifitasnya seperti biasa dan tidak terganggu dengan adanya informasi peningkatan status Gunung Raung tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *