Hujan abu sudah turun di daerah Bondowoso hingga ketebalan 1 milimeter.

Ilex VIS – Gunung Raung yang ada di perbatasan kabupetan Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso mengeluarkan semburan api disertai asap cukup tebal. Semburan atau cahaya api tersebut tampak jelas dari pos pengamat gunung api Raung, yang ada di Mangaran, desa Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi, utamanya pada malam hari. Fenomena ini juga terlihat dari CCTV yang ada di kawasan gunung kawah ijen.

Petugas Pos Pengamat gunung api Raung, Burhan Aletheia mengatakan bahwa berdasarkan pantauan pihaknya, asap tebal terus menerus keluar dari dalam gunung Raung dengan ketinggian mencapai 300 meter, bergerak mengikuti arah angin yang condong ke arah timur dan barat yang disertai adanya semburan api dari dalam kawah. Bahkan amplitudo gempa tremornya juga terus merangkak naik, yang sebelumnya 9 mili saat ini sudah mencapai 21 mili. Gunung Raung juga mengeluarkan dentuman cukup keras hingga terdengar oleh masyarakat yang ada di wilayah kecamatan Pujer, Bondowoso yang berjarak kurang lebih 20 kilometer dari lereng gunung Raung.

Menurut keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di beberapa wilayah di Bondowoso saat ini sudah terjadi hujan abu, yakni kawasan kecamatan Telogosari dari kecamatan Sumber Wringin. Hujan abu sudah sampai di Mapolsek Sumber Wringin namun masih tipis, yakni antara setengah sampai 1 mili.

Perkembangan kondisi gunung Raung tersebut hingga kini masih belum berdampak di wilayah kabupaten Banyuwangi, utamanya di kecamatan Songgon yang berada di lereng gunung Raung.

Relawan Mulai Bagikan Masker

Sejumlah relawan membagikan masker kepada masyarakat di daerah terdampak, kecamatan Songgon Banyuwangi, guna mengantisipasi adanya hujan abu apabila terjadi letusan gunung Raung. Salah satu relawan dari Medical And Humanity Act kabupaten Banyuwangi mendatangi sejumlah dusun di desa Sumber Arum kecamatan Songgon, yang dinilai paling rawan sebagai daerah terdampak.

Ketua Medical And Humanity Act kabupaten Banyuwangi, Didik Sulasmono mengatakan bahwa pembagian masker ini diharapkan bisa menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap masyarakat apabila nantinya terjadi letusan gunung Raung. Semburan abu vulkanik dari dalam kawah gunung Raung bisa merusak pernafasan bahkan juga peradangan paru paru, terutama bagi masyarakat yang memiliki penyakit asma yang rentan mengalami gangguan pernafasan.

Didik berharap pembagian masker tersebut bisa mengurangi efek debu yang kemungkinan juga dirasakan oleh masyarakat yang ada di kawasan kecamatan Songgon. Hingga hari ini (30/6) masyarakat di kabupaten Banyuwangi, utamanya di wilayah kecamatan Songgon juga harus tetap meningkatkan kewaspadaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *