Kedua tersangka tercatat memiliki rapor merah dan historis yang sama atas kasus narkotika.

IlexVIS- Kepolisian masih terus mendalami keterlibatan dua oknum anggota polisi polres banyuwangi dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang sebelumnya ditangkap oleh Badan Narkotika Propinsi (BNP) Jawa Timur. Kedua oknum polisi tersebut adalah Aipda M. Endrianto yang selama ini bertugas di Satuan Sabhara Polres Banyuwangi. Endrianto ditangkap di depan Masjid Agung Baiturrahman dengan diamankan barang bukti sabu seberat 0,5 gram, yang di simpan dalam bungkus rokok. Anggota lain, Briptu Rio Dita yang berdinas di bagian seksi umum (SIUM) Mapolres Banyuwangi yang ditangkap di depan salah satu SPBU di wilayah kecamatan cluring, dengan di amankan barang bukti sabu seberat 0,5 gram yang juga disimpan di dalam bungkus rokok.

Kapolres banyuwangi AKBP Bastoni Purnama dalam keterangan pers-nya mengakui bahwa, memang ada dua anggotanya yang ditangkap oleh Badan Narkotika Propinsi Jawa Timur atas dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu. Dari hasil penyidikan sementara, kedua oknum anggota kepolisian tersebut adalah sebagai pengguna, namun kasus ini masih dalam proses penyidikan dan assesmen BNP Jawa Timur di Surabaya, guna mengetahui kemungkinan adanya jaringan dari kedua oknum polisi itu. Kapolres menjelaskan, penangkapan kedua anggotanya tersebut merupakan hasil pengembangan dari seorang bandar sabu-sabu di Surabaya yang ditangkap oleh Badan Narkotika Propinsi Jawa Timur. Tersangka menyebutkan ada dua oknum anggota kepolisian Polres Banyuwangi yang menjadi pelanggannya, yaitu Aipda M. Endrianto dan Briptu Rio Dita.

Berdasarkan catatan kepolisian, sebelumnya Aipda M. Endrianto pernah ditangkap oleh BNP Jawa Timur di Bangkalan Madura pada Juni 2015 lalu, bersama 2 orang warga sipil dengan barang bukti sabu seberat 40 gram. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan tes urine, ternyata Endrianto tidak bersalah dan kepolisian pun melepaskannya kembali. Sementara untuk Briptu Rio Dita dinilai memiliki banyak raport merah karena di ketahui sering bolos dinas. Saat ini nasibnya menunggu keputusan dari Polda Jawa Timur untuk dilakukan pemecatan. Ulah keduanya sudah diajukan ke sidang kode etik. Bahkan sebelumnya dia juga pernah diincar atas kasus sabu sabu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *