DausVIS- Peringati hari sumpah pemuda, ratusan siswa SMP Tri Bakti kecamatan Tegaldlimo deklarasi menolak anti kekerasan terhadap anak atau fedofilia. Selain membawa poster penolakan, acara yang di lanjutkan dengan upacara bendera itu, para peserta juga menggunakan baju adat nusantara, sebagai simbol kesatuan dan persatuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kepada anak-anak Dengan di pimpin ketua OSIS para pelajar yang juga membawa poster kecaman terhadap monster-monster fedofilia ini mengikrarkan secara serentak menolak kekerasan terhadap anak dan menuntut pihak kepolsisian agar bersikap tegas dalam menindak kasus anak-anak yang menjadi korban fedofilia di Indonesia Kepala sekolah SMP Tri Bakti, Mahmud Yunus mengatakan, kegiatan yang dilakukannya selain memperingati hari sumpah pemuda juga menyampaikan penolakan terhadap tindak kekerasan anak atau fedofilia yang selama ini menjadi ketakutan para orang tua. Uapacara bendera yang di ikuti ratusan pelajar ini, sekaligus untuk mengenang jasa-jasa para pemuda yang telah gugur dan berjuang untuk memerdekaan Indonesia. Sementara makna dengan menggunakan baju adat nusantara ini, kata Mahmud, selain untuk menumbuhkan rasa nasionalisme juga untuk menumbuhkan rasa toleransi sejak dini terhadap anak-anak didik, untuk saling menghargai satu sama lain Usai berorasi dan mendeklarasikan penolakan terhadap fedofilia, para pelajar ini melanjutkan dengan upacara bendera. Secara hikmat upacara yang di pimpin langsung oleh kapolsek Tegaldlimo ini juga berpesan kepada anak-anak agar bisa menjaga diri dan selalu waspada terhadap pelaku fedofilia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *