Pemerintah daerah berharap, semakin tahun jumlah angka siswa yang putus sekolah bisa terus mengalami penurunan.

Ilex VIS – Tim pemburu anak putus sekolah yang dibentuk oleh pemerintah daerah, telah berhasil memasukkan kembali 33 anak ke beberapa sekolah yang sebelumnya putus sekolah karena masalah perekonomian keluarga. Kepala dinas pendidikan Banyuwangi Sulihtiono mengatakan bahwa tim tersebut dibentuk dalam rangka untuk mengatasi anak-anak putus sekolah dengan harapan tidak ada lagi anak yang tidak bisa sekolah karena tidak mempunyai biaya. Timm pemburu ini bergerak di seluruh penjuru daerah hingga ke pelosok desa, untuk mencari anak anak yang tidak sekolah.

Tim pemburu ini berasal dari berbagai element dengan melibatkan guru, kepala sekolah, komite sekolah, relawan, wali murid, serta dari struktural yaitu mulai dari bupati, hingga RT dan RW turun ke bawah mencari anak putus sekolah, untuk di akomodasi dan dibiayai hingga lulus sekolah dengan gerakan kembali ke sekolah. Ke-33 anak putus sekolah tersebut terdiri dari tingkat SD, SMP dan SMA. Tim pemburu ini juga bertugas untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh orang-orang yang masih berusia produktif yang tidak mempunyai ijasah karena hamil ataupun menikah di usia muda. Untuk yang ingin memiliki ijasah SMP, siswa bisa mengikuti kejar paket B, yang ingin mendapatkan ijasah SMA, bisa mengikuti kejar paket C dan dibiayai gratis.

Pemerintah daerah mempunyai program banyuwangi cerdas dan banyuwangi pintar yang bisa dimanfaatkan oleh siswa yang masih bersekolah sebagai kompensasi atas prestasi atau untuk yang tidak mempunyai biaya. Tim pemburu anak putus sekolah ini di launching oleh pemkab banyuwangi sejak 2 Mei 2015 lalu bersamaan dengan peringatan hari pendidikan nasional. Pemerintah daerah berharap, semakin tahun jumlah angka siswa yang putus sekolah bisa terus mengalami penurunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *