DPRD ingin PT. BSI perbaiki penyampaian dana CSR yang harus terbuka dan disampaikan kepada warga sekitar areal tambang

Daus VIS- DPRD menghimbau kepada PT. Bumi Suksesindo selaku pengelola tambang emas Tumpang Pitu untuk memperbaiki komunikasi yang tersumbat agar konflik yang terjadi kemarin tidak terulang lagi di kemudian hari. Hal tersebut diungkapkan oleh wakil ketua DPRD Banyuwangi, Ismoko pada Kamis siang (26/11) menanggapi adanya konflik tambang emas Tumpang Pitu, antara polisi dengan warga yang mendesak operasional tambang dihentikan.

Ismoko menuturkan bahwa keberadaan tambang emas di Gunung Tumpang Pitu saat ini secara hukum sudah legal dan sesuai aturan. Namun adanya demonstrasi warga sekitar Pesanggaran yang mendesak BSI ditutup nampaknya dipicu oleh komunikasi antara BSI dengan warga yang tersumbat. Kedepan DPRD ingin pihak BSI selaku operator tambang lebih meningkatkan lagi pola komunikasi dengan warga serta memperbaiki sistem manajemen perusahaan, utamanya terkait penyampaian dana CSR yang harus terbuka dan disampaikan kepada warga sekitar areal tambang agar warga bisa lebih mengenal manajemen BSI dan tidak mudah terprovokasi segelintir orang yang memiliki kepentingan tertentu pada PT. BSI.

Diakui oleh Ismoko, adanya bentrok di pertambanagn Tumpang Pitu kemarin sangat merugikan Kabupaten Banyuwangi yang selama ini dikenal aman dan kondusif. Konflik yang terjadi bisa menurunkan minat investor berinvestasi di Banyuwangi. DPRD ingin manajemen BSI memperbaiki pola komunikasi agar bentrok yang sama tidak terjadi di kemudian hari.

Mediasi Terus Dilakukan

Ilex VIS- Jalan mediasi untuk menyelesaikan polemik tambang emas di gunung Tumpangpitu kecamatan Pesanggaran terus dilakukan aparat bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda). Sebelum pertemuan di Hotel Baru Indah Jajag pada Rabu (25/11) lalu yang menuai deadlock, pertemuan serupa pernah dilakukan di Gedung Dira Brata Polres Banyuwangi dengan inisiator Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama. Dua pihak yang berselisih yaitu warga kontra tambang dan PT BSI sama-sama diundang dengan menghadirkan Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Banyuwangi, Abdul Kadir dan Kepala Lingkungan Hidup, Khusnul Khotimah sebagai fasilitator. Pertemuan ini menuai hasil positif.

Pertemuan kedua dilakukan di Hotel Baru Indah jajag dengan penyelanggara Pemda Banyuwangi yang mengundang wakil dari PT. BSI maupun warga kontra tambang untuk melakukan mediasi pasca demo penolakkan tambang yang digelar di Kantor PT BSI Site Banyuwangi di kawasan Pulau Merah Pesanggaran pada Rabu (18/11) lalu. Sebelum pertemuan dibuka sekitar pukul 10.00 WIB, kondisi diluar ruangan sudah agak gaduh. Beberapa kali warga memutuskan untuk pulang karena kecewa dengan panitia mediasi yang diredam aparat dengan membujuk warga agar bersedia melakukan mediasi. Emosi tinggi berlanjut dalam pertemuan yang dihadiri Sekda Slamet Karyono, Kapolres AKBP Bastoni Purnama, Danlanal Letkol Wahyu P Indrawan.

Suara gaduh memuncak saat salah satu direktur PT. BSI, Cahyono Seto memaparkan argumen perusahaan terkait polemik kegiatan tambang yang dilakukan perusahaannya. Menurutnya, perusahaan PT. BSI adalah legal dengan ijin komplit dan tidak ada yang dilanggar dan berjalan dengan menggandeng pemda.

Ulasan Cahyono Seto ini mendapat penolakkan dari warga. Perwakilan warga, Edi, lantas maju untuk menjelaskan alasan penolakkan warga terhadap operasi tambang PT BSI. Usai Edi menyampaikan paparannya, AKBP Bastoni Purnama melontarkan pertanyaan mengapa tokoh warga ini koar-koar menolak tambang, padahal dulu pernah mendapat jatah proyek dari PT IMN yang mengelola tambang Tumpangpitu sebelum PT BSI. Lontaran pertanyaan ini dinilai Edi menyudutkan dirinya sehingga mengajak warga lain untuk walkout. Pertemuan itupun berlangsung deadlock dan warga langsung balik menuju Pesanggaran.

Pasca pertemuan, AKBP Bastoni Purnama sempat menjelaskan kepada awak media bila dirinya tidak berniat memancing emosi warga. Langkah yang dilakukan justru untuk meredam emosi massa agar situasi pertemuan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *