Kepolisian saat ini berjaga di beberapa titik pos yang dinilai rawan menjadi sasaran amukan massa

Ilex VIS – Aksi anarkis yang dilakukan oleh ratusan warga yang menuntut penutupan tambang emas di area Gunung Tumpang Pitu Pesanggaran Banyuwangi, massa membakar Mess brimob dan 3 unit sepeda motor serta 4 unit alat berat. Selain membakar sejumlah fasilitas vital, massa juga membakar pos penjagaan yang terbuat dari bambu dan plastik. Kontan saja, aksi anarkis dari ratusan orang tersebut memicu upaya dari kepolisian untuk memperketat pengamanan guna mengantisipasi aksi mereka semakin brutal. Puluhan aparat kepolisian pun beberapa kali memberikan tembakan peringatan agar massa menghentikan aksi mereka. Aksi massa justru semakin tidak terkendali yang menyebabkan beberapa orang warga terluka karena terkena pentalan peluru yang ditembakkan oleh kepolisian.

Kabag operasi Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo mengatakan bahwa beberapa sarana vital yang dirusak masih berada di tempat semula untuk bahan penyelidikan guna menemukan dalang dari aksi anarkis massa. Sementara itu, guna memperketat pengamanan di area gunung tumpang pitu, Polres Banyuwangi mendapat bantuan dari aparat brimob polda jawa timur sebanyak 3 kompi, anggota sabhara dari Polres Situbondo, Bondowoso dan Jember sebanyak 1 kompi, serta 300 personel kepolisian dari Polres Banyuwangi. Kepolisian telah mendapatkan informasi bahwa rencananya massa akan kembali melakukan aksi yang sama. Kodim 0825 Banyuwangi juga membantu menyiagakan 1 kompi anggota TNI AD untuk mengamankan lokasi

Kepolisian berjaga di beberapa titik pos yang dinilai rawan menjadi sasaran amukan massa, yaitu pos 8 yang berada di pintu masuk pertama lokasi penambangan emas, pos 1 yang berada di pintu masuk kedua pantai pulau merah, pos 13 yaitu perkantoran PT.BSI yang berada di sisi atas gunung tumpang pitu, serta pos 4 lokasi dari Helipad, dan pos 3 yang merupakan lokasi home stay.

Kompol Sujarwo sebelumnya telah memberikan jaminan kalau kepolisian siap menutup penambangan emas, namun dengan syarat tidak ada aksi anarkis. Namun rupanya massa justru melakukan pembakaran, sehingga jaminan tersebut dicabut kembali oleh kepolisian.

Dua Aparat Kepolisian Terluka Parah

Dua aparat kepolisian Polres Banyuwangi mengalami luka cukup parah pada kepala akibat lemparan batu dari massa yang menuntut penutupan penambangan emas Tumpang Pitu. Bripda Ahmad Dhanu mengalami luka robek pada kepala yang menyebabkan darahnya terus keluar. Kepolisian melarikan korban ke puskesmas setempat guna dilakukan penanganan medis. Sementara untuk Bripda Wahyu Nur Prabowo mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya akibat terkena lemparan berbagai benda dari massa.

AKP Sudarmaji menjelaskan bahwa meskipun mengalami luka, kedua anggota kepolisian tersebut langsung melaksanakan tugasnya kembali untuk melakukan pengamanan di area Gunung Tumpang Pitu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *