Polda juga mempertebal pengamanan di Area Tumpang Pitu Pesanggaran dengan menurunkan personel Polres Jember, Situbondo, dan Bondowoso.

Daus VIS – Pasca terjadi bentrok, Polda Jawa Timur menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilokasi pengerusakan infrastruktur PT. Bumi Suksesindo (BSI), selaku operator tambang emas gunung Tumpang Pitu, Pesanggaran pada Jumat siang (27/11).

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, turun langsung melakukan penyelidikan awal di pos 1, tepat di depan jalan menuju wisata Pulau Merah. Mereka meneliti satu per satu barang bukti yang ada dilapangan. Menurut Kepala Labfor Cabang Surabaya, Kombes pol Agus Budiharta bahwa olah TKP ini akan dilakukan di 4 TKP yang berbeda, antara lain pos 1, pos 4, pos 8 dan pos 13 sesuai instruksi dari Polres Banyuwangi dan Polsek Pesanggaran. Pihaknya masih belum menemukan barang bukti yang bisa menjerat beberapa tersangka dalam kasus pengerusakan tersebut.

Pos 4 berlokasi di gudang milik BSI yang masih berada di kawasan yang sama dengan pos 1. Pos 8 berada di dekat pantai Pulau Merah merupakan gundang alat berat, genset, dan bahan bakar. Sedangkan pos 13 berada di kawasan baru, gerbang menuju kantor BSI atau 5 km dari kawasan wisata Pulau Merah.

Sedangkan sebelumnya, tim Inafis Polres Banyuwangi dan Polda Jawa Timur juga menggelar olah TKP lokasi infrastruktur tambang emas gunung Tumpang Pitu, Pesanggaran pada hari kamis (26/11) kemarin. Petugas memasang garis polisi di beberapa kendaraan dan alat berat yang dirusak massa.

Kekuatan Kepolisian Ditambah Antisipasi Unjuk Rasa Susulan

Ilex VIS – Polda jawa timur mempertebal kekuatan pengamanan di area Gunung Tumpang Pitu Pesanggaran, dengan menurunkan seluruh personel kepolisian dari sejumlah polres jajaran Jember, Situbondo dan Bondowoso guna mengantisipasi adanya unjuk rasa susulan sebanyak 1 kompi anggota kepolisian. Polres banyuwangi sendiri menugaskan 300 personel dan dibantu 1 kompi personel TNI AD dari kodim 0825 Banyuwangi. Kabid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Raden Prabowo Argo Yuwono dalam kunjungannya ke area Gunung Tumpang Pitu mengatakan bahwa untuk mempertebal kekuatan pengamanan ini pihaknya sengaja menurunkan semua pasukan yang dipunya oleh ke-4 polres, ditambah kekuatan dari Brimob Polda Jawa Timur sebanyak 3 kompi.

Hingga saat ini kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Apabila ditemui unsur pelanggaran pidana maka kepolisian akan menelusuri dalang dari aksi tersebut. Selama proses penyelidikan, Polres banyuwangi di-backup oleh Polda Jawa Timur, sehingga saat ini ada beberapa unit penyidik Polda Jawa Timur yang turunkan ke Banyuwangi.

Raden mengaku masih belum bisa memastikan apakah kasus ini akan diambil alih oleh polda atau cukup Polres Banyuwangi saja, karena massa melakukan pengrusakan beberapa fasilitas dan sarana prasarana yang merupakan aset daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *