Ilex VIS- Polres Banyuwangi menggelar razia terompet di distributor pedagang di kawasan pasar tradisional, guna mengantisipasi adanya pembuatan terompet dengan mengunakan kertas yang di nilai tidak pada peruntukkannya. Hal ini sebagai upaya kepolisian menindak lanjuti permintaan masyarakat agar dilakukan razia, karena di khawatirkan ada penjual maupun distributor yang membuat terompetnya dengan menggunakan kertas yang seharusnya tidak di pergunakan sembarangan, seperti yang terjadi di beberapa kabupaten dan kota di luar Banyuwangi. Razia yang di pimpin Kasubag Humas Polres Banyuwangi AKP Subandi tersebut, di awali di area pasar Mojopanggung kecamatan Giri di kawasan jalan Gajah Mada, yang di gunakan oleh salah satu distributor untuk membuat terompet, di saat menjelang pergantian tahun baru. Puluhan anggota sabhara yang terlibat dalam kegiatan ini, memeriksa satu persatu terompet yang di produksi oleh Eko Yunianto seorang pembuat terompet asal kabupetan Wonogiri, Solo Jawa Tengah. Dan hampir dalam setiap tahun, Eko selalu menggunakan pasar Mojopanggung tersebut sebagai tempat memproduksi terompet. Namun produksi ini di lakukan oleh Eko hanya selama 12 harian, sehingga dua minggu sebelum pergantian malam tahun baru, Eko sudah berada di banyuwangi untuk memproduksi terompet dengan berbagai jenis. AKP Subandi mengatakan, sasaran dari razia ini tidak hanya pembuat maupun penjual terompet saja,namun juga penjual petasan dan kembang api yang ukurannya di atas 2 inci. Meski demikian, razia ini lebih di fokuskan kepada terompet yang di jual oleh para pedagang, karena di khawatirkan pembuatannya menggunakan kertas yang tidak pada peruntukkannya. AKP Subandi menilai, dari hasil razia ini tidak di temukan adanya terompet maupun kembang api dan petasan yang di nilai menyalahi aturan. Di tambahkan oleh kasubag humas polres banyuwangi AKP Subandi, kepolisian menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menyulut kembang api di berbagai daerah yang rawan, di saat malam pergantian tahun baru. Seperti di area SPBU ataupun pertamina serta di tempat keramaian, yang membahayakan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *