Ilex VIS- Bupati banyuwangi terpilih Abdullah Azwar Anas mengunjungi balita penderita hydrocephalus, warga lingkungan krajan kelurahan bulusan kecamatan kalipuro. Bayi berusia 5 tahun tersebut bernama Hadiah Ristu Angelia, kondisinya sangat memprihatinkan. Kepalanya membesar dan badannya kurus sekali. Sementara kedua matanya menyipit. Dalam kesehariannya,hanya bisa tiduran sambil di temani oleh ibunya – Hartatik 27 tahun. Sedangkan bapaknya – Restu Nurhariyadi sudah meninggal dunia saat bayi malang tersebut masih berusia 5 bulan. Sementara selama ini, balita Hadiah hanya tinggal bersama ibu dan neneknya – Ponijah di rumahnta yang sangat sederhana, dikawasan RT.4 RW.2. Namun saat bapaknya meninggal dunia, kondisi kepala balita Hadiah sudah tampak ada tanda tanda akan membesar. Dan saat itu, tim medis dari puskesmas setempat meminta agar balita nya di lakukan perawatan di rumah sakit. Namun Hartatik tidak bersedia, dengan alasan takut terjadi sesuatu terhadap anaknya. Dan Hartatik pun memilih mengobatkan anaknya di pengobatan alternatif. Sementara itu, kondisi balita Hadiah tersebut mengetuk perhatian Anas untuk menjenguknya. Anas mengatakan, kunjungannya kali ini adalah sebagai upaya untuk memberikan semangat dan motivasi kepada Hartatik, agar bersedia membawa anaknya ke rumah sakit milik pemerintah daerah RSUD blambangan banyuwangi. Anas menambahkan, ke depan,pihaknya akan terus memberikan perhatian dan pendampingan terhadap balita Hadiah, agar kondisinya semakin baik. Sementara itu, pemerintah kelurahan dan pemerintah kecamatan setempat memberikan perhatian serius kepada balita Hadiah, bekerja sama dengan dinas kesehatan banyuwangi. Hal ini terbukti, perawatan balita Hadiah akan segera di lakukan di RSUD blambangan banyuwangi. Kabid bina kesehatan keluarga pada dinas kesehatan banyuwangi Juwana mengatakan, pihaknya segera melakukan perawatan balita Hadiah ke RSUD blambangan banyuwangi, yaitu dengan memberi selang pada kepalanya yang di hubungkan ke perut. Upaya ini adalah,untuk mengurangi volume air yang ada di dalam kepala balita tersebut. Dan apabila kelak tubuhnya sudah besar menurut Juwana, maka selangnya akan di ganti sesuai dengan ukuran yang ada. Namun rupanya, berbagai upaya ini di tanggapi dingin oleh Hartatik. Dia mengaku masih pikir pikir dulu untuk merawat anaknya di rumah sakit, karena takut terjadi hal hal yang tidak di inginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *