Ilex VIS- Di hadapan kedutaan besar RI untuk Swedia dan Latvia, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan Banyuwangi berharap pelabuhan Tanjung wangi segera bisa di manfaatkan sebagai pelabuhan eksport selain pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hal ini sebagai upaya pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan jumlah eksportir dari Banyuwangi. Kepala Disperindagtam, Hari Cahyo Purnomo menjelaskan terkait pemanfaatan pelabuhan Tanjung Wangi yang sampai saat ini masih belum terlaksana dengan baik untuk ekspor, karena terkendala dengan berbagai permasalahan di lapangan. Oleh karena itulah, Hari mengaku mengusulkan keberadaan jalan tol penghubung antara Banyuwangi ke Surabaya, utamanya ke kawasan Surabaya Industri Rungkut (SIR). Hari mengaku, rupanya ide dari pihaknya ini di tanggapi dan di respon oleh kedutaan RI untuk Swedia dan Latvia tersebut dan akan di informasikan kepada berbagai pihak, guna segera merealisasikan berbagai ide dari pemerintah daerah Banyuwangi tersebut. Pasalnya, mereka menganggap Banyuwangi di nilai sebagai pintu gerbang atau master plain dalam percepatan ekonomi Indonesia. Selain itu, potensi daerah Banyuwangi juga di nilai sangat bagus. Dan yang terpenting kata Hari, menurut mereka pelabuhan Tanjung Wangi di anggap cukup baik sebagai pelabuhan ekspor impor karena kedalaman lautnya mencapai 20 meteran lebih. Namun menurut Hari, yang menjadi persoalan saat ini adalah, ekspor dari berbagai pabrik besar di banyuwangi masih di lakukan di pelabuhan tanjung perak surabaya, sehingga ini menjadi upaya yang cukup serius dari pemkab banyuwangi untuk menarik mereka supaya melakukan ekspor di pelabuhan tanjung wangi. Hari menambahkan, kedutaan besar RI untuk Swedia dan Latvia ke depan akan mempromosikan berbagai potensi lokal banyuwangi salah satunya adalah pabrik pembuatan kapal di banyuwangi, hingga ke tingkat international. Menurut Hari, hal ini di nilai sangat menggembirakan, namun tinggal kesiapan dari pemerintah daerah untuk lebih intens dalam menghadapi era globalisasi, yang pada saat ini masuk dalam tahapan Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA. Sementara, berdasarkan data pada dinas perindustrian, perdagangan dan pertambangan banyuwangi, jumlah perusahaan di banyuwangi yang melakukan ekspor melalui pelabuhan tanjung wangi adalah sebanyak 10 perusahaan, yang sebagian besar bergerak dalam komoditi ikan hias dan coral. Dan tujuan terbanyak adalah ke Asia Eropa, namun ada pula yang ke amsterdam, jepang, dan United Kingdom. Dan di sepanjang tahun 2015 lalu,nilai ekspor impor di pelabuhan tanjung wangi mencapai 5.353.481,24 Free On Board dengan volume barang sebesar 340.282,10 KGs.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *