Ilex VIS- Satuan reskoba polres banyuwangi berhasil menangkap seorang warga jember, yang merupakan bandar besar peredaran obat obatan terlarang di wilayah banyuwangi. Tersangka adalah Andika – 34 tahun warga dusun krajan desa kertosari kecamatan pakusari kabupetan jember. Dari tangan tersangka, kepolisian mengamankan barang bukti 53 ribu butir obat Trihexyphenidyl dan 17 ribu 600 butir pil jenis Dextro serta uang tunai sebesar 331 ribu rupiah juga beberapa barang bukti lainnya. Kasat narkoba polres banyuwangi AKP Agung Setyo Budi yang memimpin langsung penangkapan tersebut mengatakan, penangkapan tersangka Andika ini merupakan pengembangan penyidikan dari tersangka Sugeng Lestari – 33 tahun. Laki laki warga dusun sepanjang wetan desa magelan kecamatan glenmore tersebut di tangkap kepolisian di sebuah warung di kawasan desa kalibaru kulon kecamatan kalibaru, saat kedapatan mengedarkan obat obatan daftar G. Barang bukti yang di amankan memang sedikit, yaitu hanya 15 butir obat trihexyphenidyl dan 1 unit ponsel,yang biasa di gunakan untuk berkomunikasi dengan para pelanggannya. Namun justru penangkapan ini mengarah kepada bandar besarnya, karena tersangka Sugeng mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari tersangka Andika. Kasat narkoba menjelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka Sugeng inilah, kepolisian bergerak cepat sehingga berhasil menangkap tersangka Andika bersama Faikur Rohman – 23 tahun yang merupakan karyawan PT.SUB kalibaru, di kawasan jalan raya jember dusun barurejo desa kalibaru manis kecamatan kalibaru. Saat di tangkap, tersangka Andika tengah melakukan transaksi yaitu menjual obat obatan terlarang kepada tersangka Faikur Rohman. Sementara dari tangan tersangka Faikur Rohman sendiri kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 3 ribu butir pil dextro, yang baru saja di beli dari tersangka Andika. Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka Sugeng Lestari dan tersangka Faikur Rohman ternyata masuk dalam jaringan Andika. Dia merupakan salah satu pelanggan obat daftar G pria asal Jember tersebut. AKP Agung Setyo Budi menegaskan, Sugeng dan Faikur sama-sama pengedar obat yang mestinya dibeli dan dikonsumsi menggunakan resep dokter di wilayah kecamatan Kalibaru dan Glenmore. Sementara itu, tersangka Andika mengaku, Puluhan ribu pil gedek di dapat dari pemasok besar asal Jakarta berinisial HR. Barang farmasi itu dikirim ke Jember melalui jasa paket barang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *