Daus VIS- Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Panwaslih) Banyuwangi tengah semringah, pasalnya, pengaduan dugaan pelanggaran etik yang dilayangkan oleh Muhammad Amrullah, ditolak untuk seluruhnya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP. Putusan DKPP tersebut dibacakan dalam sidang yang dipimpin langsung ketua majelis DKPP, Jimly Asshiddiqie, pada 26 januari lalu. Melalui sidang tersebut DKPP juga memutuskan merehabilitasi nama teradu I dan teradu II dalam kasus tersebut, yakni Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin dan Ketua Panwaslih, Atim Hariyadi. Ketua KPU, Syamsul Arifin mengaku bersyukur atas putusan DKPP yang menolak untuk seluruhnya gugatan Amrullah tersebut. Dengan keputusan tersebut, KPU dan panwas bersyukur, karena sudah menjalankan proses pemilu yang dilakukan hingga tingkat terbawah telah sesuai koridor yang ada. Meski demikian, Syamsul mengaku pihaknya tidak akan menutup mata terkait masukan masyarakat yang ditujukan kepda jajaran KPU. Termasuk mengenai permasalahan DPT, untuk dilakukan perbaikan kedepan. Sementara itu, Ketua Panwaslih Banyuwangi, Atim Hariyadi mengaku telah mengetahui putusan DKPP tersebut melalui video conference yang dia hadiri di kantor Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Jatim Menurutnya, putusan DKPP yang menolak pengaduan Amrullah tersebut mengindikasikan bahwa upaya pengawasn yang dilakukan Panwaslih Banywuangi berjalan sesuai aturan yang berlaku. Sebelumnya, Amrullah mengadukan dugaan pelanggaran etik jajaran KPU dan Panwaslih ke DKPP. Pria yang berprofesi sebagai lawyer ini mengindikasi pihak KPU dan Panwaslih tidak melaksanakan kerja secara optimal dalam rangka pendataan pemilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2015. Amrullah mengklaim sekitar 33 ribu warga Banyuwangi yang seharusnya memiliki hak suara tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetapatau DPT Pilbup Banyuwangi 2015. Namun belakangan, Amrullah mencabut pengaduan yang dia layangkan tersebut dengan alasan kemaslahatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *