Ilex VIS- Di tahun 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengalokasikan anggaran dana pada APBD sebesar Rp 538,6 miliyar untuk pembangunan infrastruktur.

Anggaran ini naik dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 368,9 miliar. Fokus anggaran akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, sarana-prasana publik, dan infrastruktur sumber daya air. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Banyuwangi, Mujiono mengatakan, pembangunan infrastruktur akan diarahkan pada pemerataan, sehingga semua warga bisa menikmati infrastruktur yang baik.

Menurut Mujiono, Pembangunan infrastruktur dilakukan bertahap karena Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur dan alokasi dana juga diarahkan ke sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan pertanian. “Tentu secara bertahap, karena Banyuwangi ini kabupaten terluas di Jawa Timur dan bahkan di Jawa,” ungkap Mujiono. Mujiono menjelaskan, khusus infrastruktur jalan dan jembatan, alokasi anggarannya Rp 275 miliar dengan target pembangunan dan pemeliharaan jalan sepanjang 800 kilometer.

Pembangunannya akan difokuskan untuk jalan penghubung antar-desa setelah pada tahun sebelumnya fokus ke jalan antar-kecamatan. Seperti jalan lintas timur (JLT), Jalan Gladag-Gambor, dan Jalan Brawijaya. Selain itu kata Mujiono, pihaknya juga pada pembangunan jalan menuju sentra perekonomian warga, seperti jalan ke usaha pertanian. Serta akses menuju tempat pelayanan publik dan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, banyak jalan akan dibangun untuk memperbaiki aksesibilitas menuju tempat wisata seperti ke kawasan Teluk Hijau kecamatan pesanggaran. Selain jalan, Dinas Pekerjaan Umum juga akan membangun sejumlah jembatan. Di antaranya di Kecamatan Kabat, kecamatan Pesanggaran, dan Jembatan di kecamatan Glenmore. Masing-masing jembatan ini akan dibangun dengan lebar yang sama, yakni 6 meter. Hanya panjangnya saja yang berbeda. Jembatan di Kecamatan Glenmore paling panjang, yaitu 70 meter.

Jembatan Glenmore ini merupakan jembatan terpanjang, karena manfaatnya besar sekali sebagai jalan alternatif yang menghubungkan Glenmore dengan Kalibaru atau Genteng dengan Glenmore lewat arah utara. Sementara itu, terkait dengan bandara blimbing sari, pada tahun 2016 ini sudah memasuki tahap finishing. Pemkab Banyuwangi akan menyelesaikan terminal kedatangan, keberangkatan, ruang VVIP, ruang tiket, anjungan kantor penerbangan, mushola, hall, restoran, art shop untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan ruang security.

Selain pembangunan sarana pelayanan publik, Pemkab Banyuwangi juga akan mengembangkan infrastruktur penunjang pariwisata. Pada tahun ini juga akan dimulai penataan Pantai Mustika di kecamatan Pesanggaran dan pembangunan landscape Grand New Watudodol, yang totalnya mencapai Rp 2,25 miliar.

Mujiono menambahkan, infrastruktur pasar tradisional tak luput dari perhatian. Seiring dengan pelarangan ekspansi pasar modern di Banyuwangi, pemerintah daerah terus merevitalisasi pasar-pasar tradisional menjadi pasar rakyat yang tertata, bersih, dan nyaman. Salah satunya dengan membangun terminal dan pasar pariwisata terpadu di daerah Sobo. Anggarannya pada tahun ini di alokasikan sebesar Rp 10 miliar. Pasar Sobo yang menempati lahan seluas 10.315 meter persegi dikonsep menggabungkan aktivitas usaha pedagang dan wisatawan. Mujiono mengaku, dengan di integrasikan ke terminal pariwisata, tentu memudahkan pedagang dalam memasarkan dagangannya, karena tempat itu akan menjadi salah satu simpul berkumpulnya wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *