Daus VIS- Kubu Sugihartoyo mengambil alih kantor Perpenas pada Senin(29/2) siang yang diwarnai aksi penghadangan oleh kubu Waridjan yang melarangnya masuk ke kantor yang berlokasi di jalan Adi Sucipto Banyuwangi.

Kedatangan kubu Sugihartoyo kala itu, didampingi oleh kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono, DirjenKemenristek Dikti Totok Prastyo dan sekretaris pelaksana Kopertis 7 Jatim Ali Maksum yang mengagendakan untuk mempertemukan kedua kubu, namun saat proses mediasai akan berlangsung, mereka tidak diperbolehkan masuk oleh kubu Waridjan dengan menutup pintu pagar kantor yang berlokasi di kampus Untag banyuwangi.

Kedatangan rombongan pejabat negara yang juga dikawal ratusan angggota kepolisian itu sempat tertahan kurang lebih 2 jam didepan pagar kampus Untag hingga memacetkan arus lalulintas. Meski sudah melakukan dialog menyampaikan niat kedatangannya ke kampus Untag, kubu Waridjan terkesan tidak peduli kedatangan pejabat negara dari Jakarta yang berniat menuntaskan konflik perpenas tersebut. Mereka beralasan belum mendapat ijin dari pimpinan perpenas dan tidak bisa menerima tamu yang hendak ketemu dengan Waridjan, selain tidak ada janji terlebih dahulu, pihaknya juga tidak berkenan jika pertemuan terkait Perpenas dilakukan kampus Untag.

Sementara itu Sulihtiyono menyayangkan adanya penolakan tersebut, pasalnya pertemuan antara kedua kubu itu, sudah direncanakan terlebih dahulu. Bahkan kehadiran pejabat Dikti dan Kopertis ini juga sudah diberitahukan kepada kedua kubu, baik kubu Waridjan maupun Sugihartoyo.

Seteleh menunggu hampir dua jam berlalu, Dirjen Dikti dan Kopertis dipersilahkan masuk oleh kubu Warijan yang menguasai kampus Untag. Selang setengah jam, Sugihartoyo juga diperkenankan masuk pula, untuk dipertemukan dengan Waridjan yang saat itu sudah berada didalam kantor Perpenas.

Proses pengambilalihan kantor Perpenas itu juga diwarnai aksi demo dari kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (Ampek) yang mendesak pihak Waridjan legowo menerima putusan Kemenkumham mengesahkan Sugihartoyo sebagai ketua Perpenas. Mahasiswa juga minta pengurus unit pendidikan dibawah naungan Perpenas bersikap netral dengan tidak ikut campur dalam konflik Perpenas, yang dianggapnya hanya membuat runyam persoalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *