Orang tua belum mencabut laporan yang membelit putranya.

Ilex VIS- Seorang pemuda warga kecamatan Bangorejo Banyuwangi terpaksa mencuri puluhan kilogram jeruk di kebun milik bapaknya lantaran tidak punya biaya untuk mengambil ponselnya yang sedang diperbaiki. Lutfian Faisal (20) warga dusun Pasembon desa Sambirejo kecamatan Bangorejo mengajak 3 orang temannya sesasama satu dusun, yaitu Ivan Bukhairi (18), Kevin Chandra Maulana (18) dan IS (16). Empat pemuda ini berhasil memetik sekitar satu kuintal jeruk di kebun milik Muslimin (55) yang diangkut menggunakan dua sepeda motor. Ulah empat kawanan pemuda ini terpergok warga yang kemudian membawanya menuju ke Mapolsek Bangorejo.

Dari hasil pengembangan penyidikan, salah satu pelaku yaitu berinisial IS ternyata masuk dalam catatan merah aparat karena pernah terlibat dalam kasus pencurian 20 kilogram buah naga. Menurut kapolsek, saat itu pelaku dikembalikan kepada orang tuanya agar dibina, mengingat dia masih anak-anak dan nilai kerugian hanya 140 ribu rupiah. Kebaikan aparat kepolisian tidak membuatnya jera dengan kembali berulah dengan terlibat pencurian jeruk di kebun milik Muslimin dengan beramai-ramai. Kapolsek menjelaskan bahwa warga setempat sensitif terhadap aksi pencurian buah karena kawasan Bangorejo dikenal sebagai sentra komoditas jeruk dan buah naga yang rawan dari aksi pencurian.

“Orang tua Lutfian Faisal masih belum mendatangi Mapolsek Bangorejo untuk membicarakan kasus yang membelit putranya,” ujar Kapolsek.

Aparat telah melayangkan panggilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi korban karena kasus ini masuk dalam delik aduan. Sementara itu, dari pengakuan Lutfian kepada petugas, dia terpaksa mencuri jeruk di kebun milik orang tua dengan mengajak teman. Uang dari hasil penjuaran jeruk tersebut akan digunakan untuk mengambil ponselnya yang diperbaiki dan sisanya untuk membeli HP baru.(i/f/n)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *