Ilex VIS- Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia atau PB ISSI menyatakan, sirkuit BMX muncar di desa Kedung Rejo kecamatan Muncar Banyuwangi adalah terbaik di Indonesia. ISSI adalah federasi olahraga yang menaungi segala macam jenis olahraga berbasis sepeda. “Meskipun baru setahun dibangun, namun sirkuit muncar ini terbaik dibanding di daerah lain di Indonesia, karena tingkat kesulitan lintasan sepedanya jauh lebih bagus,” ungkap Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari.

Sirkuit BMX Muncar dibangun sesuai standar internasional dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI). Plt kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga, Wawan Yatmadi mengatakan, Sirkuit BMX Muncar ini dibangun sesuai dengan kriteria seperti yang distandarkan oleh UCI. Di antaranya, panjang dan kemiringan lintasan, serta tinggi tanjakan. Sirkuit di Banyuwangi adalah satu-satunya sirkuit BMX di Indonesia yang memenuhi standar internasional dari UCI. Oleh karena itulah, pelatihan nasional BMX yang digelar PB ISSI dipusatkan di Banyuwangi. Wawan menambahkan, Indonesia saat ini baru memiliki 3 sirkuit BMX, yakni di Siak, Yogyakarta, dan terbaru ada di Banyuwangi. Siak sudah lama memiliki sirkuti BMX, namun tingkat kesulitannya beda dengan Banyuwangi.

Sirkuit BMX Muncar merupakan sirkuit milik Pemkab Banyuwangi yang mulai dibangun 2015 dengan anggaran mencapai Rp. 2 miliar. Sirkuit yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare ini, dijadikan sebagai tempat perhelatan kejuaraan BMX Internasional C1 Race pada 2-3 April 2016. Sebelumnya, sirkuit ini juga digunakan pada pergelaran Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) V tahun 2015 saat Banyuwangi menjadi tuan rumahnya.

Kepala Dinas PU, Bina marga, Cipta Karya dan tata ruang Banyuwangi, Mujiono, menuturkan, pengerjaan sirkuit dilakukan sangat detail. Selama pengerjaannya, Pemkab Banyuwangi selalu berkonsultasi dengan UCI agar hasilnya benar-benar sesuai standar. Mulai awal pembangunan, pihaknya memang selalu meminta pendampingan dari UCI. Mujiono menegaskan, Sirkuit BMX Muncar memiliki lintasan sepanjang 350 meter dengan lebar yang bervariasi, yakni 10 meter untuk single dan 12 meter untuk double. Lintasan tersebut memiliki 17 tanjakan (jumping) dengan ketinggian yang bervariasi, mulai 0,5 meter hingga 2,25 meter, dengan sudut kemiringan 75 derajat. Menurut Mujiono, Semua itu harus diukur secara cermat, tidak boleh kurang atau lebih karena akan berpengaruh pada keselamatan atlet. Sementara itu, pemerintah daerah telah melengkapi infrastruktur penunjang sirkuit sejak beberapa bulan yang lalu. Yaitu, melakukan penataan lansekap dengan penanaman rumput di tepi lintasan sirkuit yang bertujuan untuk pengamanan. Juga melakukan pavingisasi, pembuatan tribun penonton, toilet, lampu penerangan dan pagar hidup untuk pengamanan lingkungan di sekitar sirkuit serta ruang meeting dan ruang penempatan material sepeda juga telah digarap. Mengingat ini adalah event internasional, jalan masuk menuju sirkuit juga telah di-hotmix demi kenyamanan peserta dan penonton.(i/f/n)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *