{jamedia src=”http://visfm1015.esy.es/chart/07-sia.mp3″ type=”audio” mtype=”mp3″} Meski sudah merilis beberapa album, mulai dari pertengahan dekade 90-an hingga awal 2010-an, lima lebih tepatnya, namun nama Sia Furler, atau dikenal dengan Sia saja, hanya dikenal dalam kalangan terbatas saja. Namun, sosok dirinya justru semakin populer justru saat mulai aktif menulis lagu untuk penyanyi lain, seperti Christina Aguilera, Britney Spears, Beyonce, hingga Rihanna dengan hits fenomenal, ‘Diamonds’.

Setelahnya Sia mencoba menghadirkan album solo ke-enamnya yang berjudul “1000 Forms of Fear” di tahun 2014, dan siapa kira ternyata albumnya sukses dan mengangkat namanya sebagai penyanyi, bukan melulu penulis lagu. ‘Chandelier’ mungkin salah satu hits paling populer di dekade ini.

Meski begitu Sia tetap rajin menulis lagu untuk penyanyi lain. Sayangnya, tidak semua lagu tersebut “lulus seleksi”, dan dengan amat disayangkan tidak jadi terpakai. Mungkin dengan anggapan sayang jika terlantar begitu saja, maka Sia pun memutuskan untuk menyanyikan lagu-lagu “buangan” tersebut dan mengumpulkannya dalam satu album yang berjudul “This Is Acting“.

Sebagaimana judulnya, dalam album ini Sia mencoba untuk bernyanyi seolah-olah penyanyi yang awalnya diniatkan untuk menyanyikan lagunya. Sebagai misal ‘Alive’, sebuah power-ballad bergelora yang ditulis Sia bersama Adele dan Tobias Jesso Jr. Awalnya lagu ini akan masuk dalam album “25” milik Adele, namun batal justru di menit-menit terakhir. Memang mudah membayangkan bagaimana jika Adele yang menyanyikan lagunya, karena setiap sendi lagu seolah berisi tarikan nafas vokal powerful Adele.

Tapi ini Sia yang kita bicarakan. Ia juga memiliki ciri khas tersendiri yang tak kalah kuatnya. Tak bisa ditiru oleh penyanyi lain, dan malah memberi pengaruh yang kuat saat dinyanyikan oleh orang lain. Contohlah ‘Diamonds’ yang dinyanyikan RiRi. Atmosfir Sia terasa kuat menguar di setiap relung lagunya.

Maka demikian pulalah yang dapat kita rasakan saat menyimak “This Is Acting”. Menilik lagu per-lagu, secara umum mereka adalah milik Sia, jiwa dan raga, meskipun dikreasikan dalam gaya bermusik yang mungkin tidak disentuh Sia.

Lantas ada ‘Cheap Thrills’, yang sedianya juga akan diberikan kepada RiRi. Aroma dancehall memang mendominasi, tapi cara bernyanyi Sia tetap menjadikannya sebagai lagu… Sia. Sebenarnya ada cukup dimengerti mengapa RiRi tidak jadi mengambil lagu ini. Dipastikan akan menjadi hits lain milik Rihanna, jika saja dirilis di awal 2010-an. Untuk saat ini, RiRi terlalu edgy untuk lagu sejenis (hey, sudah dengar “Anti”?).

Cuma, RiRi rasanya melakukan blunder dengan meninggalkan ‘Reaper’ yang ditulis bersama Kanye West. Lagu ini kaya dengan dinamika serta seharusnya mampu memamerkan kekuatan vokal penyanyinya, mengingat pergerakan notasi yang dinamis, serta melodi yang tak kalah kuatnya dalam memasung perhatian para pendengarnya.

Sulit untuk kemudian tidak menduga-duga bagaimana kiranya jika lagu-lagu ini jadi dinyanyikan oleh penyanyi yang dimaksudkan. Apakah ‘Move Your Body’ yang ngebeat masih akan sama jika Shakira yang menyanyikannya atau Beyonce akan lebih enerjetik saat membawakan lagu pop RnB yang mengambil sampel lagu milik Sisqo, ‘Sweet Design’. Tentunya dengan asumsi penyanyi-penyanyi tersebut lah yang memang awalnya akan menyanyikan lagu-lagu tersebut, mengingat kedekatan corak lagu dengan karakter para penyanyi tadi.

Namun Sia dikenal karena vokal berjangkauan luasnya yang bisa menghadirkan sisi powerful dan rapuh dalam satu nafas. Pada akhirnya keinginan untuk membanding-bandingkan menjadi hilang, dan kita secara mutlak larut dalam emosi yang dibangun oleh Sia dalam balada-balada menggugah seperti ‘House on Fire’ (Sia harus lebih sering berkolaborasi bersama dengan Jack Antonoff), ‘Footprints’ dimana Sia sukses mengharu-biru atau ‘Broken Glass’ yang membuat kita merasa percaya kembali akan cinta, meski sebelumnya diluluh-lantakkan oleh rasa sedih yang akut.

Menyimak “This Is Acting”, kita kemudian sadar jika Sia memang salah satu penulis lagu dengan kekuatan yang sulit ditandingi. Jika materi-materi “reject” saja bisa secemerlang ini, bagaimana pula dengan yang “non-reject“.

Seharusnya bukan sebuah kejutan memang, karena “This Is Acting” cenderung mengingatkan akan “1000 Forms of Fear”, yang meski merupakan proyek solo berisi materi orisinal, namun kadang terasa terlalu pop dan kurang sentuhan intim untuk seorang Sia, terutama bagi kita yang terbiasa menyimak karya-karya dirinya pra-kepopuleran.

Terlepas dari itu, “This Is Acting” adalah album pop memikat yang berisi lagu-lagu pop menyenangkan serta dinyanyikan dengan vokal juara yang sulit dicari tandingannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *