Home / News / Kapolres Beri Wejangan Mahasiswa Stikes

Kapolres Beri Wejangan Mahasiswa Stikes

Kapolres AKBP Bastoni Purnama dinilai tegas dalam melawan bahaya terorisme.

Ilex VIS – Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama didaulat untuk memberikan kuliah umum nasional, bagi para mahasiswa serta akademisi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, Sabtu 30 April 2016. AKBP Bastoni Purnama memang tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan masyarakat maupun kedokteran. Kiprah perwira menengah asal Lampung yang terus gencar menggerakkan perlawanan terhadap bahaya teroris dan radikalisme selama bertugas di Banyuwangi dinilai patut mendapat apresiasi. Itu sebabnya kalangan Rektorat Stikes Banyuwangi menunjuknya untuk memberikan kuliah umum tentang radikalisme. Kuliah umum itu bertajuk “Membentengi Generasi Muda dari Pemikiran Radikalisme dan Terorisme” di Kampus Stikes di Jalan Letkol Istiqlah.

Dihadapan peserta kuliah umum, Kapolres Bastoni mengingatkan rentannya kalangan muda dari pengaruh pemikiran radikal. Pemahaman agama yang kurang matang memudahkan para pelaku radikal menyusupkan pola pikirnya pada kalangan mahasiswa.

“Kekritisan mahasiswa itu yang dimanfaatkan. Biasanya dengan menyelipkan penggalan ayat atau hadist. Apabila tidak jeli mahasiswa akan mudah terprovokasi, lalu bergabung dalam lingkaran mereka,” ujar Kaplores.

Membentengi pikiran ekstrim kalangan radikal itulah yang selama ini dijalankan Polres Banyuwangi dengan keluar masuk kampus maupun sekolah tingkat atas untuk memberi pemahaman tentang bahaya radikalisme. Pemahaman itu penting agar para pelajar dan mahasiswa tidak berpikir haluan kiri.

“Negara kita menganut Pancasila yang menghormati ras, suku dan agama yang telah ditetapkan undang-undang. Hidup bertoleransi dan saling menghormati merupakan cara terbaik mengatasi gejolak SARA,” ujar Kaplores.

Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur yang penduduknya terdiri dari beberapa suku. Ada penduduk asli, Suku Using dan suku lain semisal Madura, Jawa Mataraman serta Bugis. Untung saja empat suku yang mendiami Tanah Gandrung ini bisa hidup rukun dan tidak mudah dimasuki paham radikal.

About farizkurnia

Check Also

Kunjungi Agro Expo, Mendes PDT Apresiasi Upaya Banyuwangi ini

radiovisfm.com, Banyuwangi – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengapresiasi upaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *