Smart Kampung adalah program pengembangan desa yang didesain dengan kerangka program terintegrasi yang memadukan penggunaan TI.

Ilex VIS- Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara meluncurkan program Smart Kampung, Selasa (31/5) siang yang sebelumnya telah digulirkan oleh pemkab Banyuwangi bersamaan dengan kegiatan bulan Bhakti Gotong Royong di lapangan Kalibendo yang dilanjutkan dengan meninjau kantor desa Kampung Anyar kecamatan Glagah.

”Smart Kampung” adalah program pengembangan desa yang digagas Pemkab Banyuwangi yang mendesain desa dengan kerangka program terintegrasi yang memadukan antara penggunaan TI berbasis serat optik, kegiatan ekonomi produktif, kegiatan ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan. Bupati banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa program ini digagas untuk mendekatkan pelayanan publik hingga ke level desa.

“Program ini sudah trial and error selama tiga bulan, dan baru sekarang diluncurkan. Nanti akan terus disempurnakan karena juga harus adaptif dengan perkembangan zaman,” ujar Bupati.

Saat ini sudah ada 41 desa/kelurahan di banyuwangi yang siap disebut ”Smart Kampung” karena infrastruktur teknologi yang berkembang. Sebagai pilot project Smart Kampung, pemerintah daerah masukkan juga desa-desa yang jauh di wilayah Purwoharjo, Pesanggaran, Wongsorejo, Glenmore, Siliragung, Muncar, dan beberapa kecamatan lainnya.

Bila nanti serat optik di 41 desa telah tuntas maka pemerintah daerah dan Telkom akan survei kesiapan di 176 desa/kelurahan lain. Pada Perubahan APBD 2016 mendatang, tambahan alokasi dana desa (ADD) dari Pemkab Banyuwangi bakal dialokasikan untuk membeli bandwidth internet di desa melalui Peraturan Bupati No. 18 tahun 2016 tentang Integrasi Program Kerja Berbasis Desa Melalui Smart Kampung. Dana tersebut diatur oleh APBDesa untuk Perubahan APBDes 2016 maupun APBDes 2017 agar di tahun tersebut semua desa bersama-sama akan menjadi Smart Kampung dengan kelengkapan fasilitas penunjang TI yang bagus.

Ada tujuh kriteria agar suatu desa layak disebut ”Smart Kampung”, yaitu pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, pengembangan pendidikan dan seni-budaya, peningkatan kapasitas SDM, integrasi pengentasan kemiskinan, dan informasi hukum yang kesemuanya menyentuh kepentingan publik.

“Jadi bukan hanya IT, itu cuma basisnya saja. Contoh warga butuh surat tanda tangan camat, tidak usah ke kantor kecamatan di desa saja cukup. Hemat waktu, uang, bensin yang jauh,” ujar Bupati Anas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *