Pemkab Serang juga tertarik dengan Smart Kampung, Banyuwangi Children Center, Village Budgeting, serta pengembangan pariwisata

Ilex VIS- Rombongan Pemkab Serang Banten dipimpin sekretaris daerah Pemkab Serang, Lalu Atharussalam mengajak 11 orang pejabat setempat yakni kepala Bapeda kabupetan Serang, Anang Mulyana; kepala dinas Sosial, Yani Herdiani; Kepala dinas Kesehatan, Sri Nurhayati; Asisten Bidang Administrasi pembangunan, R. Setiawan, serta kepala dinas koperasi, perindustrian, dan perdagangan, Sri Budi Prihasto untuk belajar program kemiskinan di Banyuwangi. Bupati serang, Ratu Tatu Chasanah sendiri tidak bisa hadir ke Banyuwangi karena menghadiri berbagai kegiatan yang cukup padat. Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris daerah pemkab banyuwangi, Selamet Karyono di Lounge Publik untuk selanjutnya melakukan audensi di ruang rempeg yang dipimpin oleh Kepala Bapeda Banyuwangi, Agus Siswanto.

Masing-masing pejabat dari pemkab Serang mengutarakan keinginannya untuk belajar tentang penanganan kemiskinan seperti yang dilakukan oleh pemkab Banyuwangi. Pemkab serang tertarik dengan program UGD kemiskinan yang digulirkan pemkab Banyuwangi termasuk penanganan serta aplikasi di lapangan dalam mengatasi kemiskinan di Banyuwangi. Mereka juga tertarik dengan program Smart Kampung yang telah dilaunching oleh menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Selasa (31/5) di Kalibendo, serta penanganan kekerasan terhadap anak yang resmi dicanangkan oleh Banyuwangi dalam Banyuwangi Children Center. Menurut lalu, Kabupetan Serang sebenarnya telah menerapkan program Stop kekerasan terhadap anak serta penanganan orang terlantar yang menggunakan dana APBD, berbeda dengan banyuwangi tanpa APBD yang menarik perhatian pemkab Serang

Pemkab Serang juga ingin belajar Village Budgeting atau pelaporan keuangan dengan basis akrual oleh pemkab Banyuwangi selama dua tahun terakhir yang akuntabel, transparan serta tepat waktu sehingga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2015. Tidak ketinggalan, kunjungan kerja pemkab Serang juga ingin belajar pengembangan pariwisata berbasis ecotourism untuk diaplikasikan dengan mengembangkan wisata pantai Anyer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *