Banyuwangi harus bekerja keras untuk menggarap potensi pajak yang belum tersentuh.

Ilex VIS – Wisata Pulau Merah Banyuwangi berhasil menjadi penyumbang pajak terbaik tahun 2015. Hingga Maret 2016, obyek wisata bahari ini telah menyetorkan pajak sebesar Rp. 251,3 juta kepada pemerintah daerah. Pemkab Banyuwangi memberikan reward kepada pengelola Pantai Pulau Merah saat acara gathering wajib pajak di aula hotel Ketapang Indah yang diserahkan langsung Sekretaris Kabupaten Banyuwangi, Slamet Kariyono kepada perwakilan Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Jasa Lingkungan Perhutani wilayah Jatim, Rohman, sebagai pengelola wisata pantai yang berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran tersebut.

Sekretaris Kabupaten Slamet mengatakan bahwa Pulau Merah menjadi contoh obyek lokasi yang dikelola dengan baik yang menyokong pembangunan melalui pajak yang dibayarkan. Pemerintah daerah berharap agar Pulau Merah menjadi contoh bagi pengelola obyek wisata lain di Banyuwangi untuk taat membayarkan pajak. Pulau Merah layak mendapat penghargaan pembayar pajak terbaik kategori tempat rekreasi dan kolam renang karena obyek wisata ini dikelola dengan baik, mulai dari manajemen, pelaporan keuangan, dan sesuai dengan perhitungan yang dilakukan antara pihak pengelola dengan evaluasi dari tim pajak daerah.

Reward ini juga diberikan kepada tiga desa dan dua kecamatan yang tercepat melunasi pajaknya yakni Desa Sumbergondo dan Bumiharjo Glenmore; Desa Benculuk Cluring; Kecamatan Tegaldlimo serta Purwoharjo. Sekkab Slamet mengaku bahwa reward ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para wajib pajak yang melunasi pajaknya lebih cepat serta tepat waktu dan ikut berpartisipasi membangun infrastruktur dan fasilitas umum Banyuwangi

Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah Banyuwangi, Fajar Suasana menambahkan bahwa beberapa tahun terakhir, capaian target Penerimaan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi yang salah satunya dari pajak telah melampaui target. Tahun 2013 lalu Pemkab berhasil merealisasi PAD sebesar Rp. 183,02 miliar, melampaui target Rp. 171,6 miliar atau tercapai sebesar 106,6 persen. Tahun 2014 Pemkab merealisasi PAD sebesar Rp. 283, 3 miliar dari target Rp. 225, 1 miliar atau tercapai sebesar 125, 86 persen. Tahun 2015 pemkab merealisasi PAD sebesar Rp. 346,7 miliar dari target Rp. 303,2 miliar atau tercapai sebesar 144,3 persen. Sampai dengan Maret tahun 2016, pemkab merealisasi PAD sebesar Rp. 112,1 miliar dari target Rp. 307,1 miliar atau sudah tercapai 36,52 persen.

Capaian PAD yang cukup tinggi, membuat pihak Dispenda bersemangat untuk melakukan evaluasi terhadap potensi pajak yang masih bisa digarap secara maksimal agar semakin meningkat sesuai usulan dari BPK.

“Menurut BPK, Banyuwangi harus bekerja keras untuk menggarap potensi pajak yang belum tersentuh. Pemerintah terus menggenjot pajak sektor hotel dan restoran hingga warung dan tempat wisata yang belum maksimal.

Pemerintah akan menerapkan tax monitor yang dipasang di sejumlah hotel dan restoran yang terkoneksi dengan server Dispenda, untuk memonitor pendapatan riil hotel maupun restoran. Nantinya tidak ada alasan bagi hotel atau restoran tidak membayarkan pajak sesuai data yang ada. Selain Pulau Merah, wajib pajak lain yang mendapatkan reward adalah Hotel Santika, Hotel Ketapang Indah, Restoran KFC di Roxy Mall, Rumah Makan Pecel Ayu, Warung Mie Nyonyor, Karaoke Mendut, dan New Star Cineplex.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *