Ilex VIS- Pemkab Banyuwangi memperingati Nuzulul Qur’an dengan melakukan buka bersama dan dialog tentang Al Qur’an, di Pendopo Banyuwangi, Rabu (29/6) malam. Dalam acara tersebut, menghadirkan KH Thoha Munthoha, pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thulab, Glenmore, Banyuwangi sebagai penceramah. KH Thoha Munthoha dalam acara tersebut mengatakan, selama ini masih banyak umat Islam membaca Al Qur’an hanya secara tekstual saja. “Harusnya membaca Al Qur’an harus secara konstektual,” kata Thoha. Thoha mengatakan, banyak wahyu-wahyu yang disampaikan dalam Al Qur’an yang akhirnya terbukti seiring perkembangan zaman. Seperti Nuzulul Qur’an atau turunnya Al Qur’an saat bisa dibuktikan dengan ilmu teknologi. “Telah terbukti ada kecepatan cahaya. Konon kecepatan yang paling tinggi di muka bumi, adalah kecepatan cahaya yakni 300.000 km/detik. Seperti itulah memahami Al Qur’an,” kata Thoha. Namun masih banyak umat islam ketika memahami Al Qur’an hanya terbentur pada teks bukan konteks. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menambahkan, memaknai Al Qur’an harus dengan konteks kekinian. Bagaimana sering perkembangan zaman, ayat-ayat Al Qur’an terbukti kebenarannya. “Dengan memaknai Al Qur’an secara kontekstual, akan menguatkan keimanan, dan menjadi lebih khusuk,” kata Anas. Selama Ramadan, Anas sering berkeliling ke masjid-masjid di desa-desa, untuk buka bersama dan Salat Tarawih bersama warga. Mulai dari Masjid Agung Baiturrohman, Masjid Bunyan Nurrahman di Paspan, Glagah, Masjid Darul Falah Karangrejo, Masjid Nurul Huda Kendeng Lembu di Glenmore, hingga di Masjid Ahmad Dahlan Banyuwangi, dan tempat-tempat lainnya. Di berbagai kesempatan itu, Anas mengajak warganya untuk syiar Agama Islam dengan memanfaatkan internet. Menurut dia, perkembangan teknologi informasi (TI) harus bisa dimanfaatkan secara positif untuk kepentingan umat. Kegiatan-kegiatan positif keagamaan disyiarkan lewat internet, misalnya menyebarkan video dakwah di Youtube, Twitter dan Facebook (FB) sebagai sarana syiar agama. “Di tiap pengajian, pasti ada tausiyah berisi nasehat dan ajaran-ajaran yang baik. Agar barokah dan manfaatnya bertambah, saya minta jamaah mengunggah foto atau video di Youtube dan media sosial (medsos),” kata Anas.? Tujuannya menularkan kebaikan kepada seluruh umat. Ini agar manfaatnya tidak hanya dirasakan jamaah yang ada di tempat itu saja, tapi juga masyarakat luas. Dengan demikian, internet akan dibanjiri dengan konten internet dengan hal-hal baik. Selain itu, Anas juga selalu berpesan soal kesehatan masyarakat. Masyarakat harus terbiasa untuk pola hidup sehat, seperti menjaga kebersihan diri, lingkungan, apa yang dimakan, dan lainnya. “Seberapa megah rumah sakit dibangun, masyarakat harus selalu menjaga kesehatan,” kata Anas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *