Ilex VIS- Perempuan pemilik rumah pemotongan hewan atau jagal sapi di wilayah kecamatan muncar banyuwangi di tangkap kepolisian,setelah terungkap menjual daging sapi yang di oplos dengan daging babi (celeng). Dia adalah Sundari 47 tahun,pemilik jagal sapi UD.Lestari di kawasan dusun Kedungringin RT.1 RW.3 desa Kedungringin kecamatan Muncar. Sebelumnya di tangkap oleh aparat kepolisian polsek muncar, dan saat ini kasusnya di tangani oleh polres banyuwangi. Kasus ini terbongkar berkat laporan dari Subari,47 tahun warga dusun krajan desa blambangan kecamatan muncar banyuwangi kepada pihak kepolisian. Sebelumnya pada sabtu 25 Juni 2016, korban mendatangi rumah potong hewan milik pelaku,dan membeli daging sapi. Namun rupanya, pelaku memberi korban setengah kilogram daging campuran sapi dengan daging babi. Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto mengatakan, daging oplosan itu dibandrol seharga Rp 55 ribu. Kepada korban, daging tersebut dibilang sebagai daging sapi. Lantaran dianggap agak murah, Subari pun lantas membeli dan membawanya pulang. Dan setelah tiba di rumah menurut kapolres,korban baru tahu jika daging yang baru dibelinya tidak murni daging sapi. Dan daging yang ada di dalam tas plastik itu ternyata terdapat daging babi. Lalu korban melapor ke pihak kepolisian, hingga selanjutnya petugas mendatangi lokasi jagal pelaku dan menemukan 7 kantong plastik daging oplosan yang belum terjual. Dari temuan barang bukti ini, menguatkan aparat kepolisian untuk membawa pelaku ke Mapolsek Muncar guna dimintai keterangan. Kapolres menjelaskan, setelah di periksa selama 7 jam, pelaku pun di tetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, selain 7 kantong plastik daging oplosan, penyidik juga menyita setengah kilogram daging oplosan yang telah dijual kepada korban. Uang hasil penjualan daging oplosan sebesar Rp 55 ribu juga diamankan kepolisian. Kepada penyidik,tersangka mengaku mendapatkan daging babi tersebut dari seorang lelaki berinisial WG yang kini buron. Total daging babi yang dibelinya sebanyak 30 kilogram. Sampai dirinya tertangkap ini, daging haram itu belum dibayar. Tersangka mengaku tidak mengetahui kalau itu adalah daging babi, karena waktu itu terburu-buru dan tidak sempat mengecek. Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 204 KUHP tentang menjual dan menawarkan barang berbahaya bagi jiwa,dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *