Home / News / Atraksi Wisata, Banyuwangi Bangun 1000 Homestay

Atraksi Wisata, Banyuwangi Bangun 1000 Homestay

Program homestay tidak hanya menawarkan sebuah paket hunian, tapi menyuguhkan aktifitas masyarakat yang bisa menjadi atraksi wisata.

Ilex VIS – Banyuwangi mengembangkan seribu Homestay berkonsep atraksi wisata yang didukung oleh BTN, guna menggerakkan pariwisata berbasis ekonomi warga. Seribu homestay bakal dibangun di desa-desa wisata Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa program homestay di Banyuwangi ini tidak hanya menawarkan sebuah paket hunian untuk menginap, namun juga menyuguhkan aktifitas masyarakat yang bisa menjadi atraksi wisata, misalnya proses pembuatan kopi, pembuatan gula kelapa, atau melihat seni Barong dan tari gandrung.

Saat bertemu Direktur BTN Handayani pada Jumat (29/7), Bupati berkata,”Konsep ini sebenarnya oleh-oleh Presiden Jokowi usai kunjungan dari Korea Selatan. Disana, Jokowi menginap di Homestay sambil melihat masyarakat membuat kimchi (red:makanan khas Korea) dan aktivitas masyarakat lainnya. Konsep ini yang akan dibawa ke Banyuwangi”.

Pembangunan homestay juga didukung oleh PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk. dengan menyediakan skema pembiayaan lunak bagi warga yang berminat menjalankan bisnis homestay.

“Kami akan mensupport sisi pembiayaan untuk membangun homestay di destinasi yang diinginkan. Masyarakat bisa ikut menikmati peningkatan kinerja sektor pariwisata di Banyuwangi,” kata Handayani

Skema pembiayaan homestay sangat ringan, yaitu uang muka hanya satu persen dan bunga hanya lima persen dengan tenor hingga 20 tahun hingga BTN mentarget bangun 1000 homestay. Masyarakat bisa mengajukan permohonan ke kantor BTN dengan syarat tanah atas nama pribadi luas minimal 200 m2 dengan total kredit hingga Rp 116 juta. BTN juga siap membiayai renovasi rumah untuk homestay dengan plafon kredit 50 juta rupiah dengan desain kearifan local.

Untuk mendukung program homestay ini, BTN juga menggandeng dua BUMN lain, yakni PT Patra Jasa (anak usaha Pertamina) dan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation), untuk melatih warga yang mengelola homestay.

Ada 17 desa/kelurahan yang ditunjuk sebagai area pengembangan homestay di Banyuwangi dengan potensi wisata dan kearifan lokal. Desa tersebut antara lain Kelurahan Temenggungan Banyuwangi, kelurahan Gombengsari Kalipuro, Kelurahan Bakungan Glagah, desa Kampunganyar Glagah, desa Banjar Licin, Tamansari Licin, desa Kandangan Pesanggaran, desa Sumberasri Purwoharjo, dan desa Kalipait Tegaldlimo.

About farizkurnia

Check Also

Kunjungi Agro Expo, Mendes PDT Apresiasi Upaya Banyuwangi ini

radiovisfm.com, Banyuwangi – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengapresiasi upaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *