Home / News / Film Untuk Angeline Sadarkan Orang Tua Peduli Anak

Film Untuk Angeline Sadarkan Orang Tua Peduli Anak

Minggu sore, Bupati Abdullah Azwar Anas dan istri ikut nonton bareng Angeline bersama sutradara Djito Banyu dan Hamidah, ibu kandung Angeline.

Ilex VIS – Film “Untuk Angeline” diharapkan bisa menjadi tonggak kesadaran lingkungan bagi sekolah dan orang tua, untuk selalu perduli serta menjaga anak anak dan keluarga. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyampaikan hal ini usai menggelar nonton bareng film yang di sutradarai oleh Djito Banyu tersebut, Minggu (31/7) siang di NSC Banyuwangi. Turut hadir mendampingi, Ibu Ipuk Fiestiandani dan anaknya yang menonton di barisan paling atas di sisi belakang, serta Hamidah, ibu kandung Angeline yang datang langsung bersama suami dan kedua anaknya.

Sepanjang pemutaran film, Bupati Anas terlihat seksama menyaksikan setiap adegan, yang menggambarkan perekonomian orang tua Angeline yang serba kekurangan sehingga terpaksa menjual anaknya kepada salah satu keluarga di Bali agar bisa membayar biaya persalinan di rumah sakit. Angeline yang tumbuh besar mendapat perlakukan kasar dari ibu angkatnya sampai ditemukan meninggal dunia. Di beberapa adegan film, Hamidah juga terlihat menangis.

“Film ini sangat bagus dan bisa kita ambil hikmah tentang bagaimana pihak sekolah harus perduli terhadap berbagai persoalan yang dialami oleh siswa siswinya,” ujar Anas

“Alurnya juga bisa jadi pelajaran, makanya pemerintah ada BCC untuk menerima laporan atau masalah masyarakat utamanya anak,” lanjut Anas.

Bupati menggaris bawahi bahwa bagaimana tugas pihak sekolah untuk menjadi tempat bagi anak anak berani mengutarakan berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Dengan demikian semua permasalahan bisa terdeteksi dan pertolongan ada sejak dini.

“Tadi saya sudah ngobrol sama Djito Banyu. Ini film hasil riset di sekolah, teman akrab, guru, sampai langsung ke ibu Hamidah. Yang bikin saya bangga sebagian besar lokasi shooting ada di Patoman Rogojampi,” ujar Bupati

Sementara itu, sutradara Djito Banyu yang juga ikut nonton bareng mengatakan bahwa dirinya terinspirasi dari kisah yang di alami oleh Angeline semasa hidup, serta curahan hati dari sudut padang Hamidah, sang ibu kandung Angeline.

“Saya tidak buat true story, karena nanti ada pihak yang disudutkan. Beberapa adegan ada yang fiktif. Yang penting tujuannya jelas untuk pembelajaran stop kekerasan pada anak,” kata Djito.

Tahap pertama pembuatan film, Djito harus melakukan riset sekolah Angeline, ibu kandung, sampai ikut di persidangan.

“Yang paling berat menggambarkan sosok Angeline dan Hamidah, utamanya bertutur kata. Saya sudah beri pengertian bahwa film ini dibuat dengan hati. Jadi semua artis juga dipilih sesuai karakter,” ujar Djito

“Angeline sosok yang santun, kemarin casting banyak yang daftar tapi cuma Naomi Ivo yang karakternya sama,” tutup Djito.

About farizkurnia

Check Also

Kunjungi Agro Expo, Mendes PDT Apresiasi Upaya Banyuwangi ini

radiovisfm.com, Banyuwangi – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengapresiasi upaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *