Home / News / Ijen Summer Jazz Dibuka Syaharani, Nita Perform Bareng Supinah

Ijen Summer Jazz Dibuka Syaharani, Nita Perform Bareng Supinah

“Jazz sebagai jembatan local wisdom atau kearifan lokal dan modernitas,” ujar Bupati Anas.

Ilex VIS – Perhelatan Banyuwangi Ijen Summer Jazz dibuka dengan penampilan apik dari Syaharani, yang berlanjut dengan kolabroasi Nita Aartsen bersama Gandrung Supinah. Panggung perhelatan Banyuwangi Ijen Summer Jazz seolah meneguhkan julukan Kota Jazz dengan menghadirkan tontonan berkualitas yang menampilkan Syaharani n ESQI:EF dan Nita Aartsen and Friends di amphitheatre terbuka Jiwa Jawa Ijen Resort, Licin, pada Sabtu (30/7) malam.

Menjadi penampil pertama, Syaharani n ESQI:EF langsung membangkitkan suasana summer ceria seperti yang dijanjikan sebelumnya dengan lagu Did I Do yang dibawakan dengan Swing. Berikutnya beberapa lagu jazz lainnya dibawakan dengan cukup berwarna mulai nuansa jazz romance seperti di lagu berjudul Jangan Membuat Dia Membeku Lebih Lama. Sentuhan blues di Morning Coffee, serta Selalu Ada Cinta yang diaransemen rock. Selain itu masih ada Like Rockefeller, Arisan Hujan, I know Your mind yang dibawakan dengan sangat atraktif oleh Syaharani. Jarak antara panggung dan venue penonton yang begitu dekat membuat interaksi antara musisi dan penonton terjalin mesra. Syaharani bahkan turun dari panggung menghampiri penonton dari jarak yang sangat dekat, dan mengajak mereka untuk ikut bernyanyi mengiringi lagu Arisan Hujan yang dibawakan

Suasana semakin hangat bersama penampilan Nita Aartsen and friends, musisi jazz selama 25 tahun yang membuka penampilan dengan perpaduan unik Jazz dan etnik. Lagu berjudul Melati Suci ciptaan Guruh Soekarno Putra diaransemen Jazz dengan iringan lagu Sewang-sewangan dari Sinden senior Banyuwangi Supinah dan menghasilkan kolaborasi yang begitu Syahdu.

“Saya baru saja tour 18 negara di Eropa, ini pertama kali saya di Banyuwangi saya bawa juga anggota band Ernesto Castillo di Gitar, Pablo Calzado di drum, dan Jean Sebastian di Terompet,” ujar Nita.

Pada lagu keduanya Nita masih mengangkat nuansa etnik dengan membawakan lagu instrumentalia berjudul Barong bernuansa Bali yang berlanjut dengan Around, dan Spring Is Here. Satu nomor berjudul Now What, dibawakan khusus oleh Ernesto dan Pablo juga mampu memukau para penonton. Suasana dingin di kaki Gunung Ijen menghangat, tatkala Nita and friends membawakan lagu Kopi Dangdut. Lagu yang aslinya berasal dari Kuba ini dibawakan dengan aransemen Jazz yang kaya dan makin menarik dengan permainan perkusi oleh Pablo. Banyuwangi Ijen Summer Jazz berakhir dengan memberikan kesan yang tak terlupakan bagi para penonton

Dalam sambutan singkatnya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa Banyuwangi menggelar pertunjukkan Jazz sebagai jembatan local wisdom atau kearifan lokal dan modernitas.

“Event ini sebagai bentuk apresiasi daerah terhadap seni dan budaya. Tidak bisa dipungkiri nantinya Jazz ini juga cara yang efektif untuk mendorong pariwisata Banyuwangi,” ujar Anas.

Pertunjukan Banyuwangi Summer Jazz Ijen dihadiri oleh penonton dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bali, dan Surabaya. Sebelumnya, Banyuwangi telah menggelar beberapa even Jazz yang menjadi jadwal tahunan Banyuwangi Festival yakni Banyuwangi Beach Jazz Festival, Jazz Ijen Untuk Kemanusiaan, dan Student Jazz Festival. Tahun ini, Banyuwangi Beach Jazz Festival akan digelar pada 13 Agustus besok, sementara Banyuwangi Ijen Summer Jazz masih akan digelar dua kali pada 10 September dan 22 Oktober mendatang.

About farizkurnia

Check Also

Kunjungi Agro Expo, Mendes PDT Apresiasi Upaya Banyuwangi ini

radiovisfm.com, Banyuwangi – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengapresiasi upaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *