Tantangan yang dihadapi masyarakat secara global saat ini adalah menurunnya daya beli masyarakat seiring banyaknya perusahaan yang tutup karena tingginya inflasi.

Daus Vis – Untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi yang harus dihadapi Banyuwangi di tengah lesunya ekonomi global dan nasional saat ini, Bupati Abdullah Azwar Anas menggelar rapat kordinasi dengan berbagai pemangku kebijakan di Banyuwangi, untuk memberikan paparan tentang berbagai kebijakan yang akan diambil tahun 2017 mendatang.

Dalam rapat kordinasi yang digelar selasa siang ( 30/8) di ruang rapat paripurna DPRD Banyuwangi tersebut, dihadiri oleh Forpimda dan seluruh anggota dewan, pimpinan SKPD dan Camat serta pimpinan Perbankan di Banyuwangi.

“Tantangan yang dihadapi masyarakat secara global saat ini adalah menurunnya daya beli masyarakat, seiring banyaknya perusahaan yang tutup karena tingginya inflasi,” tutur Bupati Anas.

Kondisi ini sangat berpengaruh pada perekonomian di daerah termasuk banyuwangi.

Untuk mengatisipasi masalah tersebut, bupati Anas menyiapkan berbagi langkah startegis yang akan diwujudkan tahun 2017 mendatang, yakni memperkuat pelayanan yang berbasis desa serta memperkuat Badan usaha milik desa atau BUM Des, guna menumbuh kembangkan ekonomi mikro.

“ Pemkab Banyuwangi juga akan memperkuat ekonomi Usaha kecil Mikro menengah atau UMKM berbasis desa dengan mendorong investor masuk ke desa,” kata Bupati Anas.

Anas juga berharap masyarakat mengurangi kredit perbankan untuk kebutuhan konsumtif, namun lebih meningkatkan kredit untuk kebutuhan usaha guna mengurangi laju inflasi di Banyuwangi.

Meskipun saat ini jumlah kredit konsumtif mencapai 35 persen dan kredit produktif mencapai 55 persen, namun untuk menunjang berbagai kebijakan yang akan di ambilnya, pemkab banyuwangi akan lebih focus untuk meningkatkan potensi pariwisata, untuk mengundang lebih banyak tamu berkunjung ke Banyuwangi.

“Karena peningkatan sector pariwisata ini, memiliki multi player efek atau berdampak pada berbagai sector usaha yang ada di bumi blambangan, salah satunya usaha penginapan dan usaha makanan olahan,” ujar bupati Anas.

Anas menambahkan, rapat kordinasi dengan berbagai pemangku kebijakan ini, di nilai penting dilakukan guna menentukan arah langkah bersama kedepan, yang menjadi modal social bagi pemerintah daerah dalam membangun komuniksi lintas sector.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *