DPRD Banyuwangi telah mengesahkan perda tentang BPR Syariah sebagai payung hukum didirikannya perbankan milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Daus Vis – Bupati Abdullah Azwar Anas saat rapat kordinasi dengan para pemangku kebijakan tentang tantangan perekonomian tahun 2017 di ruang rapat paripurna DPRD Banyuwangi, Selasa (30/8) menjelaskan bahwa DPRD telah mengesahkan perda tentang Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah Banyuwangi tahun 2015 lalu, sehinggga saat ini pemkab Banyuwangi tengah menyiapkan pengoperasiannya dengan melakukan penjaringan Komisaris dan Direksi BPR Syariah Banyuwangi.

“DPRD Banyuwangi telah mengesahkan perda tentang BPR Syariah sebagai payung hukum didirikannya perbankan milik pemkab Banyuwangi. Saat ini kami tengah menjaring jajaran direksi yang akan menempati posisi sebagai komisaris dan Direktur yang akan beroperasi pada bulan januari 2017 mendatang,” kata Bupati Anas.

BPR syariah ini bertujuan untuk mendorong penguatan ekonomi mikro dengan bunga kecil sekitar 5 persen, serta memfasilitasi para pengusaha kecil di desa untuk mendapatkan kredit, utamanya mereka yang tidak mengakses kredit di bank swasta.

“Selama ini, pendirian BPR Syariah di kabupaten lain memiliki prospek yang bagus untuk mendorong ekonomi rakyat dalam mendapatkan kredit produktif, yang juga bisa menjadi salah satu sumber pendapatan daerah,” ujar Bupati Anas.

Modal awal pendirian BPR Syariah ini akan menggunakan dana dari APBD Banyuwangi dengan besaran dana awal yang menunggu hasil keputusan rapat umum pemegang saham setelah terbentuknya direksi.

“Mungkin dana hibah dari APBD nanti akan dikurangi untuk tambahan modal pengoperasian BPR syariah Banyuwangi,” ungkap Bupati Anas.

Ketua DPRD Banywuangi, I Made Cahyana Negara berharap bahwa rekruitmen Direktur dan Komisaris BPR syariah ini dilakukan secara professional dengan menunjuk tenaga ahli yang membidangi masalah perbankan.

“BPR syariah ini akan memfasilitasi masyarakat mendapatkan kredit dengan bunga ringan, untuk mendorong pertumbuhan perekonomian kerakyatan di Banyuwangi,” ujar Made.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *