Salah satu ketentuan yang diatur dalam raperda larangan praktek rentenir ini adalah mengatur tentang batas maksimal bungan pinjaman yang dterapkan oleh koperasi atau lembaga keuangan.

Daus Vis – Pansus Raperda larangan praktek Rentenir akan berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menentukan batasan bunga pinjaman yang masusk kategori rentenir atau bukan rentenir.

Ketua pansus raperda tentang larangan praktek rentenir, Samsul Arifin, usai pembentukan anggota pansus dua raperda yang saat ini tengah dibahas dewan, Jum’at siang (30/9) menuturkan, salah satu ketentuan yang diatur dalam raperda larangan praktek rentenir ini adalah mengatur tentang batas maksimal bungan pinjaman yang dterapkan oleh koperasi atau lembaga keuangan.

“Untuk menetapkan sebuah koperasi atau bank perkreditan rakyat itu disebut rentenir atau bukan, mengacu pada suku bungan pinjaman yang dibebankan kepada nasabah atau anggota koperasi,” kata Samsul.

Sedangkan penentuan batasan suku bunga pinjamna ini, menjadi kewenangan Otoritas Jasa Keuangan yang menetapkannya.

Oleh karena itu lanjut Samsul, pansus dalam waktu dekat akan melakukan konsultasi kepada OJK, untuk menentapkan batasan suku bunga dalam raperda larangan praktek rentenir tersebut.

“Raperda larangan rentenir ini nantinya perlu disosialisaskan secara massiv kepada masyarakat, guna memberikan pemahaman agar mereka tidak terjebak dalam praktek rentenir yang dinilai merugikan mereka karena menerapkan pinjaman dengan bunga mencekik,” harap Politisi PPP yang juga inisiator perda larangan rentenir tersebut.

Masyarakat kedepan diharapkan juga lebih memilih lembaga usaha jasa keuangan yang lebih resmi dengan bunga yang wajar.

Sebelumnya, DPRD Banyuwangi juga telah menunjuk anggota komisi 1 sebagai pansus raperda tentang larangan praktek rentenir dengan Ketua Pansus Samsul Arifin. Sedangkan pembahasan raperda tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilititas, dibahas oleh anggota komisi 4 dengan ketua Ali Mahrus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *