Kebanyakan dari pendamping desa tersebut kurang bisa berkordinasi dengan para perangkat desa yang didampinginya, bahkan terkadang mereka jarang sekali datang ke desa, meski sudah mendapatkan honor dari pemerintah.

Daus Vis – Kehadiran pendamping desa dalam mengawal proses pelaksanaan pembangunan di desa dianggap kurang optimal, yang terbukti dengan minimnya jumlah desa yang berhasil menyelesaikan laporan pertanggungjawaban dana desanya.

Karena tercatat, dari 189 desa di banyuwangi, baru 49 desa yang sudah menyeelsaikan laporan pertanggungjawabannya.

Ketua asosiasi Badan Pemusyawaratan Desa atau BPD banyuwangi, Rudi Latif menilai, keberadaan pendamping desa tidak membantu proses pelaksanaan kegiatan pembanguann di desa yang menggunakan dana desa.

“Dalam mengawal proses pelaporan keuangan dana desa, pemerintah sudah menyiapkan tenaga pendamping desa,” kata Rudi.

Namun hingga saat ini, keberadaan tenaga pendamping desa tersebut tidak membantu dalam menuntaskan pelaporan keuangan di desa. Karena yang terjadi, banyak desa yang tidak terbantu dengan keberadaan pendamping desa dalam menuntaskan laporan keuangannya.

“Bahkan yang terjadi selama ini, kebanyakan dari pendamping desa tersebut kurang bisa berkordinasi dengan para perangkat desa yang didampinginya, bahkan terkadang mereka jarang sekali datang ke desa, meski sudah mendapatkan honor dari pemerintah,” papar Rudi.

Rudi berharap, ada evaluasi dari peemrintah terkait kinerja para pendamping desa tersebut, agar keberadaan mereka bisa membantu para perangkat desa melaksanakan proses pelaporan kegiatan pembangunan di desa.

Hal senada juga diungkapkan oleh kabag pemerintahan desa pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan pembangunan Desa (BPM-PD) Banyuwangi, Ahmad Faisol, yang juga mengaku jika selama ini kerap terjadi miss komunikasi antara pendamping desa dengan kepala desa atau perangka desa sendiri.

“Pendamping desa ini diangkat langsung oleh kementrian tanpa melalui BPM-PD, maka kami tidak memiliki kewenangan untuk melakukan teguran atau pembinaan,” ujar Faisol.

Namun faisol juag berharap kepada seluruh pendamping desa untuk lebih intensif melakukan koordinasi dengan kepala desa di desa yang didampinginya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *