Untuk warga yang melapor di harapkan membawa bukti bukti pendukung untuk mempermudah penyelidikan yang bakal dilakukan petugas.

Ilex Vis – Kepolisian membuka layanan pengaduan, menyusul adanya seorang warga Banyuwangi yang meninggal dunia, di duga korban pembunuhan dari Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Dia adalah Abdul Gani (38) warga Desa Benculuk Kecamatan Cluring Banyuwangi, di kabarkan menjadi salah satu korban meninggal dunia dari kasus penggandaan uang yang di lakukan oleh Dimas Kanjeng tersebut.

Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto mengatakan, pengaduan ini di pusatkan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Mapolres Banyuwangi, juga di masing masing polsek. Sehingga bagi masyarakat Banyuwangi yang pernah menjadi korban, baik penggandaan uang atau kasus yang lain, di persilahkan untuk mengadu ke kepolisian.

“Warga yang pernah menjadi korban tidak perlu malu apalagi takut,” pinta Kapolres.

Dan pemimpin padepokan yang berpusat di Probolinggo tersebut telah diamankan aparat Polda Jatim. Saat ini penanganan kasusnya masih dalam pengembangan.

Kapolres menjelaskan, untuk warga yang melapor di harapkan membawa bukti bukti pendukung untuk mempermudah penyelidikan yang bakal dilakukan petugas.

“Bagi warga yang merasa anggota keluarganya masih menjadi pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi juga bisa mengadu kepada polisi, dengan menyebutkan data dan identitasnya secara detail. Jika perlu, di sertakan foto yang bersangkutan,” kata Kapolres.

Soalnya aparat Polda Jatim juga tengah mengupayakan pemulangan terhadap para pengikut Dimas Kanjeng yang sampai kini masih bertahan di Probolinggo.

Menurut Kapolres, ada beberapa manfaat dari aduan seputar kasus ini. Dimana, penyelidik Polres Banyuwangi akan membantu para penyidik Polda Jatim untuk mengungkap kemungkinan terjadinya tindak pidana baru, yang melibatkan pemimpin pedepokan yang memiliki nama asli Taat Pribadi tersebut.

“Pidana baru itu tentu saja bisa menjerat pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, di samping kasus dugaan pembunuhan terhadap Abdul Gani dan Ismail serta modus penipuan berkedok penggandaan uang,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, penangkapan yang dilakukan aparat Polda Jatim memang terkait dugaan kasus pembunuhan dua mantan orang dekat Taat Pribadi. Namun tidak menutup kemungkinan ada kasus lain yang juga pernah dilakukannya mengingat ada ribuan orang yang menjadi pengikut.

“Dari pelayanan aduan ini juga bermanfaat untuk menguak seberapa banyak kerugian materiil dari para korban, yang diakibatkan dari praktek penggandaan uang yang melibatkan Dimas Kanjeng,” pungkas Kapolres.

Kerugian materi itu tentu saja harus diketahui oleh penyidik kepolisian untuk mengambil langkah hukum lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *