Setiap dua setengah tahun jabatan dewan, Badan Kehormatan selalu melakukan evaluasi kinerja anggota dewan.

Daus Vis – Saat menyampaikan evaluasi badan kehormatan menjelang masa jabatan dua setengah tahun sejak dilantik sebagai anggota dewan, Senin (31/10), Ketua Badan Kehormatan Dewan, Sugirah menuturkan masalah absensi dan keaktifan anggota dewan menjadi permasalahan yang kerap terjadi di dewan dan menjadi sorotan badan kehormatan DPRD Banyuwangi, namun sampai saat ini masih belum ada anggota dewan yang absen 6 kali berturut turut dalam rapat paripurna.

“Setiap dua setengah tahun jabatan dewan, badan kehormatan selalu melakukan evaluasi kinerja anggota dewan,” ungkap Sugirah.

Sejak dilantik pada 21 agustu 2014 lalu, Masa dua setengah tahun anggota dewan jatuh pada awal tahun 2017 mendetang.

“Selama ini masalah keaktifan dan absensi kehadiran dewan kerap menjadi permasalahan yang sering dilakukan anggota dewan, karena berdasarkan tata tertib, anggota dewan yang 6 kali berturut turut absen dalam sidang paripurna dewan, bisa direkomendasi untuk diganti,” papar Sugirah.

Namun yang terjadi selama ini, anggota dewan yang absen satu hingga tiga kali dalam paripurna, akan aktif kembali di sidang paripurna keempat, sehingga lepas dari pelanggaran tata tertib.

“Sampai saat ini, belum ada anggota dewan yang tersandung masalah baik melanggar kode etik maupun pelanggaran hukum,” kata Sugirah.

Sugirah menambahkan, badan kehormatan Dewan hanya menangani permasalahan pelanggaran kode etik saja, dan tidak punya hak eksekusi. Jika ditemukan anggota dewan yang nakal akan dipanggil untuk dilakukan pembinaan.

“Hasil dari pembinaan dan temuan badan kehormatan akan dibuatkan rekomendasi dan rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada partainya masing masing agar dilakukan tindakan,” pungkas Sugirah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *