Penyu yang dilepas jenis Lekang berumur lebih dari dua bulan dan hasil dari penagkaran penyu yang dikeloalnya selama ini.

Daus Vis – Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-88, puluhan siswa siswi Banyuwangi bersama tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Islam Banyuwangi (FKUB), melepasliarkan 245 Tukik atau Anak Penyu di pantai Boom Banyuwangi.

Uniknya, saat melepasliarkan tukik di pantai kebanggaan masyarakat Banyuwangi yang difasilitasi oleh komunitas penyelamatan Penyu, Banyuwangi Sea Turtle Fondation (BSTF) pada sabtu sore (29/10) tersebut, para siswa dan siswi berbusana adat dari 34 Provinsi di Indonesia, sebagai simbol kebanggaana dan kerukunan para pemuda se antero Nusantara.

Ketua BSTF Vina Ditanojo, menuturkan, pihaknya sengaja menggelar acara tersebut dengan tema Kebangsaan Bhinneka Tunggal Ika untuk membangun kesatuan dan persatuan pemuda-pemudi dalam konservasi alam, khususnya penyu yang kini mulai langka.

“Penyu yang dilepas jenis Lekang berumur lebih dari dua bulan dan hasil dari penagkaran penyu yang dikeloalnya selama ini,” kata Vina.

“Kami sengaja melibatkan para pemuda dalam melepas tukik, juga dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda untuk mengajak mereka lebih peduli lagi pada ekosistem penyu yang ada di Pantai Boom saat ini,” imbuh Vina.

Jumlah tukik yang dilepas, juga menyesuaikan dengan umur Kota Banyuwangi tahun ini yang mencapai 245 tahun.

Tukik yang dilepasliarkan bakal kembali setelah dewasa untuk bertelur kembali di Pantai Boom dalam kurun waktu 20 tahun kedepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *