Dengan rendah hati, Slamet yang telah mengabdikan dirinya hampir 13 tahun di Banyuwangi itu, merasa perlu untuk menyapa dan meminta maaf langsung kepada bawahannya atas kesalahan selama dia menjadi pimpinan para birokrat.

Ilex Vis – Perpisahan Slamet Karyono sebagai Sekretaris Daerah Kabupetan Banyuwangi dengan aparat Birokrasi, di gelar cukup sederhana melalui apel pagi rutin di halaman Kantor Pemkab, Senin (30/10).

Slamet yang telah menjabat Sekretaris Daerah selama 4 tahun tersebut, berjalan mendatangi karyawan satu persatu untuk berpamitan dan meminta maaf selama masa kepemimpinannya.

Bila biasanya pejabat berdiri menunggu untuk disalami, tetapi tidak berlaku bagi Slamet Kariyono. Dengan rendah hati, Slamet yang telah mengabdikan dirinya hampir 13 tahun di Banyuwangi itu, merasa perlu untuk menyapa dan meminta maaf langsung kepada bawahannya atas kesalahan selama dia menjadi pimpinan para birokrat.

“Saya banyak memiliki kesalahan dan berbagai hal yang kurang berkenan sehingga saya mohon maaf kepada seluruh birokrat,” kata Slamet Karyono Saat menyampaikan pidato dalam memimpin apel pagi itu.

Satu persatu, Slamet mendatangi mereka, sambil berujar mengucapkan permohonan ma’af. Para birokrat yang disapa pun tak kalah harunya.

Slamet Kariyono adalah seorang PNS yang mengawali pejabat karir. Dia diangkat menjadi PNS tahun 1984, namun Slamet menjabat sebagai Sekda sejak 12 Juli 2012 di saat kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas. Saat itu, usia Slamet sudah mamasuki 56 tahun, yang menurut undang-undang peraturan Pegawai Negeri (PN) sudah pensiun. Namun karena dedikasi dan prestasinya yang bagus, Bupati Anas pun memperpanjang jabatannya hingga dua kali periode.

“Selama bekerja bersama dengan Bupati Anas dia mendapatkan banyak hal yang bermanfaat,” ujar Slamet.

“Mulai dari kecairan komunikasi dalam teamwork bekerja, ide-ide untuk memajukan daerah, hingga berbuah segudang prestasi yang diraih pemkab Banyuwangi,” imbuh Slamet.

Penghargaan ini menurutnya, bukan hanya kerja orang per orang, tetapi hasil kerja keras dan kekompakan bersama mulai dari bupati, rakyat, dan birokrasi yang hal ini perlu terus di jaga.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pengabdian dan dedikasi Slamet selama ini.

“Selama menjabat sebagai Sekda, Slamet telah memberikan kontribusi yang lebih bagi Banyuwangi,” puji Bupati Anas.

“Sebagai pucuk pimpinan birokrat, dia di nilai sudah bekerja professional dan mampu menumbuhkan kekompakan di kalangan birokrat, yang ini merupakan modal sosial yang luar biasa untuk menggerakkan daerah,” ujar Bupati Anas.

Selain itu, Slamet dinilai mampu menciptakan stabilitas politik di Banyuwangi, karena daerah yang stabil partisipasi rakyatnya akan tinggi dalam membangun wilayahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *