News

Inovasi Geospasial Diterapkan Ke Seluruh Puskesmas

Setiap kunjungan ke lapangan, petugas puskesmas langsung melakukan pemutakhiran data sebaran masalah kesehatan warga melalui penggunaan sistem geospasial.

Ilex Vis – Pemerintah daerah akan meneruskan dan mereplikasikan inovasi berbasis IT yang di terapkan oleh Puskesmas Sobo yaitu Sistem Geospasial, ke seluruh Puskesmas di Banyuwangi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Widji Lestariono mengatakan, Puskesmas Sobo Kecamatan Banyuwangi menelurkan program pemetaan wilayah kesehatan dan lingkungan untuk meningkatkan derajat kesehatan warganya.

Program tersebut diberi nama Layanan Mo Duit, yang merupakan akronim dari mobile, terpadu, dan berbasis IT (informasi teknologi).

“Program ini merupakan pelayanan keliling ke rumah-rumah warga yang dilakukan petugas puskesmas,” kata Kepala dinas yang biasa di sapa Dokter Rio tersebut.

“Bukan sekedar kunjungan konsultasi, mereka juga membawa peralatan medis lengkap dengan paramedisnya, mendatangi rumah warga yang sedang sakit untuk memberikan pengobatan dengan jadwal minimal satu minggu sekali,” imbuh Rio.

Setiap kunjungan ke lapangan, petugas puskesmas langsung melakukan pemutakhiran data sebaran masalah kesehatan warga melalui penggunaan sistem geospasial.

“Melalui sistem geospasial ini dapat dilihat sebaran penyakit kronis, menular, dan kondisi lingkungan warga sekitar,” tutur Rio.

Misalnya ditemukan penyakit berbasis lingkungan akan bisa dilihat dan dianalisa langsung dengan melihat informasi geospasial yang pernah ada sebelumnya. Ibu hamil resiko tinggi pun di data, sehingga di sistem akan muncul detail kapan harusnya ibu diperiksa rutin. Program ini di nilai sangat membantu pihak puskesmas sobo di dalam merencanakan program secara akurat, terjamin dan mutakhir.

“Dengan system ini, warga yang mengadu ke puskesmas di pastikan akan di tindak lanjuti dengan cepat. Hanya sekitar 30menit dari pelaporan, petugas akan langsung melakukan pemeriksaan kepada warga,” papar Rio.

Rio menjelaskan, melalui program ini, rata-rata dalam satu bulan Puskesmas melakukan pengobatan terhadap 41 ragam penyakit yang diderita masyarakat. Mulai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Diare, TBC, gizi buruk, stroke, diabates dan ibu hamil resiko tinggi (bumilristi). Selain untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke warga, program ini juga untuk memantau kualitas sanitasi warga.

“Pada intinya, pemerintah daerah mengapresiasi inovasi yang di lakukan oleh puskesmas sobo tersebut, dan rencananya akan di Replikasikan ke seluruh puskesmas di Banyuwangi,” pungkas Rio.

Sejak diluncurkan dua tahun lalu, layanan inovasi system Geospasial ini sudah mampu meningkatkan kesehatan warga. Angka kematian Ibu dan Anak (KIA) tercatat nol, sedangkan selama dua tahun lalu ditemukan 3 kasus. Kunjungan pasien ke puskesmas juga meningkat. Pada 2015 ada 44.893 pasien, pada 10 bulan di tahun 2016 ini mencapai 60 ribu pasien.

About the author

farizkurnia

Leave a Comment