Tersangka Dimas mengaku membeli barang haram tersebut dari seseorang yang di akui bernama Oktavian dengan alamat tidak jelas di Jember.

Ilex Vis – 3 orang pengedar dan seorang bandarnya di tangkap Satuan Narkoba Polres Banyuwangi dalam waktu yang hampir bersamaan, setelah diketahui sebagai jaringan peredaran obat obatan terlarang.

Kepolisian menangkap 3 orang tersangka di lokasi yang sama, yakni di depan Toko Besi yang ada di kawasan Jalan Brawijaya Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah.

Mereka adalah Arif Dwi Prasetyo (23) warga Jalan Kertanegara RT.1 RW.4 Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi dan Adeng Pramono (25) warga Jalan Darmawangsa RT.1 RW.2 Lingkungan Baluk Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi.

Keduanya di tangkap kepolisian saat membeli obat jenis Trihexyphenidyl kepada Fandy Ahmad (21) warga Jalan Bengawan Lingkungan Gentengan Kelurahan Singonegaran.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Agung Setyo Budi mengatakan, saat di tangkap, ketiganya sedang bertransaksi di depan toko besi tersebut.

“Dari tangan tersangka Arif Dwi Prasetyo, di amankan barang bukti 100 butir pil Trihexyphenidyl, 1 ponsel dan uang tunai 540 ribu rupiah. Sedangkan dari tangan tersangka Adeng Pramono, di amankan barang bukti 124 butir pil Trihexyphenidyl, 1 ponsel dan uang tunai 25 ribu rupiah,” papar AKP Agung.

Sementara dari tangan tersangka Fandy Ahmad kata AKP Agung, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti 500 butir obat Trihexyphenidyl dan uang tunai Rp 1.500.000 yang merupakan hasil penjualan obat obat terlarang tersebut. Juga 1 unit sepeda motor Honda Vario bernopol P 5655 XK.

“Berdasarkan pengakuan tersangka Fandy, seluruh obat terlarang tersebut di belinya dari Dimas Pungki Sandi Permana warga jalan Letjen S.Hariono Lingkungan Karangrejo Rt.1 RW.2 Kelurahan Karangrejo Kecamatan Banyuwangi,” ujar AKP Agung.

“Dan transaksi tersebut di lakukan di halaman parkir sebuah studio rekaman ternama di kawasan kelurahan Karangrejo,” imbuhnya.

Kepolisian pun bergerak cepat dengan menangkap tersangka Dimas di rumahnya, dan berhasil di amankan barang bukti 422 butir obat Trihexypheidyl, 1 ponsel dan uang tunai Rp 80 ribu.

“Tersangka Dimas mengaku membeli barang haram tersebut dari seseorang yang di akui bernama Oktavian dengan alamat tidak jelas di Jember. Dan saat itu transaksi di lakukan di depan kampus Universitas Jember,” ujar Kasat Narkoba.

AKP Agung mengaku, saat ini satu nama yang di sebutkan oleh tersangka Dimas itu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Guna pengembangan penyidikan, ke 4 tersangka beserta barang buktinya di amankan di Mapolres Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 196 subsider pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *