Keberagaman suku dan bangsa serta agama di Indonesia termasuk di Banyuwangi, di nilai sebagai bingkai penguat untuk menyangga negara RI.

Ilex Vis – Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat di Banyuwangi mengikrarkan kesatuan dan persatuan dalam Nusantara Bersatu, dengan menggelar atraksi kesenian dari sejumlah propinsi sekaligus membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 10 meter.

Kegiatan ini di gelar di pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi, Rabu (30/11). Dan para peserta yang hadir, di wajibkan untuk membubuhkan tanda tangan Kebangsaan di atas kain putih yang terbentang di sisi timur pendopo, sebelum mengikuti rangkaian acara.

Bahkan, jajaran forum pimpinan daerah yang hadir seperti Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kapolres AKBP Budi Mulyanto, Dandim 0825 Letkol Infrantri Robby Bulan, perwakilan anggota DPRD serta berbagai tokoh organisasi masyarakat dan agama juga membubuhkan tanda tangan sebagai menjunjung tinggi ke Bhinneka Tunggal Ika – an di Banyuwangi.

Tampak pula para ketua partai politik, LSM, beserta ribuan siswa siswi dari sejumlah sekolah tingkat atas dan berbagai elemen masyarakat berbaur menjadi satu dengan duduk lesehan di pendopo yang menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut. Bahkan, puluhan siswa siswi juga berpakaian adat dari berbagai daerah di 34 Propinsi se Indonesia.

Di tampilkan pula, kesenian tarian dari beberapa daerah seperti Madura, Bali, Ambon, Kalimantan, Papua dan Sumatera dengan di iringi music dari paduan suara siswa siswi SMA Negeri 1 Kota Banyuwangi.

Dalam sambutan singkatnya Bupati Anas mengatakan, keberagaman suku dan bangsa serta agama di Indonesia termasuk di Banyuwangi, di nilai sebagai bingkai penguat untuk menyangga negara RI.

“Di dalam Nusantara Bersatu ini, pemkab Banyuwangi mewujudkannya dengan menampilkan keberagaman kebudayaan daerah dalam bentuk tarian,” kata Bupati Anas.

“Apa yang di laksanakan di Banyuwangi ini berbeda dengan di daerah lain, yang menggelar upacara bendera dalam rangkaian Nusantara Bersatu,” imbuh Bupati Anas.

Hal ini karena Banyuwangi ingin menjaga Bhinneka Tunggal Ika dengan menampilkan berbagai tarian daerah, sekaligus memberikan pembelajaran kepada para pelajar mengenai pentingnya kebersamaan dan persatuan.

Ketua MUI Banyuwangi, Muhammad Yamin mengatakan, kegiatan ini adalah untuk mengingatkan kembali arti persatuan dan kesatuan di dalam negara kesatuan RI.

“Oleh karena itulah, komitmen tersebut di kuatkan kembali mulai dari sabang sampai merauke termasuk di Banyuwangi, supaya seluruh tokoh agama untuk menebar kedamaian di nusantara,” ujar Yamin.

“Kerukunan antar umat Bergama di Banyuwangi sangat bagus. Silaturrahmi dan hubungan antar umat beragama terjalin dengan baik,” pungkasnya.

Tokoh umat katholik, Yos Sumiyatna mengatakan, pihaknya menyadari adanya perbedaan di antara masyarakat dan itu sudah sekian lama terjadi dan warga Banyuwangi di anggapnya sudah terbiasa.

“Nusantara Bersatu ini bukan berarti sebagai kegiatan baru di dalam mengikrarkan kebersamaan. Namun kegiatan ini hanya untuk menegaskan bahwa, kebersamaan dan kerukunan yang selama ini sudah ada di tegaskan kembali,” pungkas Yos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *