Para nelayanpun diberi arahan agar membantu Polisi Perairan mengamankan libur akhir tahun supaya aman dan jauh dari aksi terorisme.

Ilex Vis – Menjelang perayaan malam tahun baru 2017, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Banyuwangi memperketat pengamanan di seluruh pelabuhan rakyat.

Kegiatan ini berupa patroli laut yang di gelar setiap hari hingga memasuki malam pergantian tahun. Kawasan yang disisir membentang dari Perairan Baluran masuk Kecamatan Wongsorejo atau di wilayah Banyuwangi utara yang berbatasan dengan Kabupaten Situbondo, sampai Perairan Sukamade di Kecamatan Pesanggaran yang berada di wilayah Banyuwangi Selatan berbatasan dengan Kabupaten Jember.

Patroli ini melibatkan petugas Polairud yang bermarkas di Ketapang dan sejumlah Pos Polairud yang tersebar di empat wilayah yakni, Pantai Boom Banyuwangi, Pelabuhan Muncar, Pantai Grajagan, serta Pantai Pancer. Di tambah bantuan aparat kepolisian dari Mabes polri.

Kasat Polairud Banyuwangi, AKP Subandi mengatakan, setidaknya ada 17 titik pelabuhan tradisional yang ada di Banyuwangi.

“Belasan pelabuhan berskala kecil ini didata karena sering digunakan tempat berlabuh perahu nelayan,” kata AKP Subandi.

“Selain itu masih ada titik lain yang juga digunakan sebagai lintasan para nelayan dalam mencari ikan di laut,” imbuhnya.

Menurutnya, ke 17 pelabuhan kecil tersebut intens di datangi aparat kepolisian saat di gelar patroli. Para nelayanpun diberi arahan agar membantu Polisi Perairan mengamankan libur akhir tahun supaya aman dan jauh dari aksi terorisme.

“Para nelayan kami minta untuk turut mewaspadai orang tak dikenal yang hendak menggunakan jasa perahunya untuk menyeberang ke Bali. Dikhawatirkan orang yang menyewa perahu tersebut memiliki niat jahat dan termasuk dalam salah satu pelaku teror yang hendak beraksi di Pulau Dewata,” papar AKP Subandi.

Dan bila melihat orang tidak dikenal tiba tiba menawarkan diri untuk menyewa perahu, di harapkan para nelayan untuk melapor ke polisi terdekat.

AKP Subandi menjelaskan, pemberitahuan itu tentu akan segera ditindaklanjuti. Orang yang dicurigai akan diinterogasi mengenai rencana penyewaan kapal.

“Jika murni untuk usaha atau tidak terkait dengan aksi teror maka transaksi persewaan bisa dilanjutkan,” tutur Kasat Polairud.

AKP Subandi mengaku, pengawasan ini sengaja di lakukan pihaknya, mengingat Banyuwangi menjadi pintu masuk ke pulau bali, sehingga di nilai rentan di manfaatkan oleh pelaku terror untuk melakukan penyusupan.

Selain mengawasi pelabuhan kecil, Satpolairud Polres Banyuwangi juga menggelar patroli di sepanjang perairan Selat Bali sebelum malam pergantian tahun 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *