Mutasi ini untuk menguatkan pengalaman personel di tempat-tempat lain, dengan harapan kedepan lebih komprehensif dalam menghadapi masalah yang muncul.

Ilex vis – Menyusul pemberlakukan peraturan daerah tentang pembentukan dan susunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melantik 780 pejabat.

Mereka adalah pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Dan pelantikan ini di gelar di Taman Blambangan, Jum’at (30/12).

Menurut Bupati Anas, pihaknya sengaja menggelar pelantikan ini di lapangan, karena ingin pejabat di OPD yang baru ini lebih tangguh dan mau bekerja lebih keras lagi. Karena tantangan ke depan semakin berat.

“Mutasi ini bagian dari tour of duty (pergiliran tugas) bagi yang sudah lama di tempat yang lama perlu pindah di tempat lain. Dengan ditempat baru ini di harapkan bisa menambah kapasitas dan pengalamannya,” kata Bupati Anas.

“Saya harap, dimanapun tempatnya prestasinya bisa ditingkatkan, kinerjanya terus dibangkitkan sehingga bisa terus berprestasi. Disamping itu, mutasi ini untuk menguatkan pengalaman personel di tempat-tempat lain, dengan harapan kedepan lebih komprehensif dalam menghadapi masalah yang muncul,” papar Bupati Anas.

Bupati Anas menambahkan, masih terdapat 98 posisi yang kosong. Hal ini di anggap sebagai strategi baru yang dijalankan Pemkab Banyuwangi untuk menghadapi tantangan di 2017.

“Sebelumnya pernah semua posisi jabatan di penuhi, namun saat akan melakukan penyegaran di anggap merasa sulit, karena semua posisi telah terkunci. Kali ini sengaja di kosongkan beberapa posisi untuk memudahkan pihaknya dalam mengatur susunan birokrasi. Misalnya suatu saat ada pejabat hebat maka tinggal memasukkannya,” pungkas Bupati Anas.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Banyuwangi, Sih Wahyudi merinci pejabat yang dilantik terdapat 28 pejabat pimpinan tinggi pratama, 183 administrator dan 569 pengawas.

Dari nama yang dibacakan, pejabat pimpinan tinggi pratama yang setara dengan eselon II, menduduki posisi barunya seiring dengan terbentuknya SKPD baru.

Sebut saja Ikhrori Hudanto yang dulu menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan perkebunan kini menduduki Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Begitu halnya dengan Arief Setiawan yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), kini menggantikan posisi Ikrori Hudanto sebagai Kepala Dinas Pertanian.

Posisi lukir dialami Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) yang sebelumnya dijabat Iskandar Aziz, kini ditempati Djafri Yusuf yang semula Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik.

Pudjo Hartanto yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Kadisperiklut), bergeser menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Pangan dijabat Hary Cahyo Purnomo, yang sebelumnya menduduki posisi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam).

Pergeseran jabatan juga dialami Ketut Kencana Nirha. Dari Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, saat ini menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Selain itu, ada Peni Handayani yang sebelumnya Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi, bergeser menjadi Kepala Dinas Sosial. Posisi Peni sendiri, ditempati Suprayogi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Sementara Kepala Dinas Perhubungan di jabat oleh Kusyadi, yang sebelumnya kepala BPBD.

Khusus pimpinan tinggi pratama, ada empat pejabat yang promosi menduduki posisi kepala dinas. Di antaranya, dr Widji Lestariono sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Wawan Yadmadi sebagai kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Husnul Chotimah sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup. Mereka ini sebelumnya sebagai pelaksana tugas (Plt.) pada dinas yang saat ini didudukinya.

Selain ketiga itu, dalam pelantikan tersebut, juga mengangkat Samsudin sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Serta Juang Pribadi sebagai Kabag Humas dan Protokol, Taufiq Hidayat sebagai Direktur RSUD Blambangan dan Indah Sri Lestari sebagai Direktur RSUD Genteng. Mujiono sebagai kepala Dinas PU Cipta Karya dan Penataan Ruang, Guntur Priambodo sebagai kepala Dinas PU Pengairan, Sulihtiono sebagai kepala Dinas Pendidikan, Ali Ruchi sebagai sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Abdul Kadir sebagai kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *