Pelayanan public itu meliputi beberapa hal di antaranya pembuatan SIM, STNK, BPKB juga SKCK dan perijinan.

Ilex Vis – Dalam keterangan persnya Selasa (31/1), Kasi Humas Polres Banyuwangi, AKP Bakin dengan di dampingi Kabag Sumda Kompol Mustakim mengatakan, dua anggota kepolisian Polres Banyuwangi dan satu orang warga sipil yang kini di bawa ke Polda Jawa Timur adalah untuk di klarifikasi mengenai adanya dugaan penyelewengan kebijakan saat melakukan pelayanan public di Polres Banyuwangi.

Mereka adalah Baur Sim Aiptu ID dan salah satu staf di ruang pengurusan SIM Aiptu SW serta satu orang warga sipil FD, yang selama ini menjadi THL.

“Memang benar ada pihak polda jawa timur datang ke Mapolres Banyuwangi lalu membawa dua anggota kepolisian dan satu orang warga sipil,” ujar AKP Bakin.

“Namun itu untuk mengklarifikasi berbagai hal yang perlu di luruskan, karena adanya kesalah pahaman komunikasi,” imbuhnya.

Meski demikian, AKP Bakin enggan menjelaskan secara rinci hal apakah yang akan di klarifikasi tersebut, dengan alasan menunggu keterangan resmi dari pihak Polda Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Magera saat di hubungi via ponselnya membenarkan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang di laksanakan Polda Jawa Timur di Mapolres Banyuwangi terkait pelayanan public.

Menurutnya, pelayanan public itu meliputi beberapa hal di antaranya pembuatan SIM, STNK, BPKB juga SKCK dan perijinan.

“Yang di lakukan OTT di Polres Banyuwangi ini adalah masalah SIM,” tegas Frans.

Meski demikian, Frans mengaku belum mendapat data yang lengkap karena kasus ini masih dalam pengembangan dan penyelidikan dari Propam Polda Jawa Timur, guna memastikan apakah ketiga oknum tersebut benar terbukti melakukan kegiatan yang menyeleweng ataukah tidak.

“Jika dari hasil pengembangan penyelidikan pihak Propam kedua aparat kepolisian tersebut bersalah, maka ada sangsi yang bisa di jatuhkan terhadap mereka sesuai landasan hukum yang ada yakni Peradilan Umum, Kode Etik dan Sidang Disiplin,” papar Frans.

Meski demikian, Frans menegaskan bahwa mereka belum tentu bersalah dan masih menunggu pengembangan penyidikan Propam Polda Jawa Timur.

Sebelumnya, Senin (30/1) pihak Polda Jawa Timur di kabarkan melakukan OTT di Mapolres Banyuwangi dan membawa 2 orang oknum anggota kepolisian dan satu orang warga sipil untuk di mintai keterangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *