Satpol PP selaku petugas penegak Perda harus berani tegas untuk menurunkan berbagai reklame atau baliho tak berijin.

Daus VIS- DPRD berharap satpol PP selaku penegak Perda bersikap tegas terhadap maraknya papan reklame bodong yang ada di Banywuangi, agar pendapatan daerah dari sektor pajak meningkat.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh anggota komisi 3 DPRD Banyuwangi, Irianto, pada Senin siang (27/2/17), menanggapi banyaknya papan reklame produk Handphone yang disinyalir tidak berijin.

Irianto menuturkan, saat ini pemerintah daerah tengah serius untuk meningkatkan pendapatan daerah, yang ditargetkan harus meningkat 15 hingga 20 persen setiap tahunnya. Untuk mendukung hal tersebut, satpol PP selaku petugas penegak Perda harus berani tegas untuk menurunkan berbagai reklame atau baliho tak berijin tanpa menunggu klarifikasi dari pemilik reklame. Karena disinyalir banyak papan reklame, khususnya produk handphone yang terpasang tidak sesuai aturan alias tanpa ijin, sehingga merugikan keuangan daerah.

Jika ditemukan papan reklame yang tak berijin, Satpol PP diminta segera menurunkannya tanpa menunggu klarifikasi dari pemilik produk. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan efek jera pada pemilik reklame tersebut.

Ketua fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, selain memperketat pengawasan pendapatan daerah dari sektor pajak, komisi 3 yang membidangi masalah anggaran atau keuangan daerah ini juga berharap eksekutif lebih meningkatkan pendapatan daerah dari pajak dan retribusi sektor pariwisata dan perhotelan di Banyuwangi.

Sebelumnya satpol PP melakukan penertiban puluhan papan reklame sebuah produk Handphone OPPO, dengan membongkar papan reklame tersebut yang terpasang di sejumlah counter seluler di Banyuwangi. Pembersihana papan reklame tersebut dilakukan, karena pemasangannya tanpa ijin sama sekali.

Sebelum ditertibkan, Satpol PP terlebih dahulu mengirimkan surat teguran kepada pemilik reklame. Namun hingga teguran ketiga, yang bersangkutan tak juga mengurus perijinannya hingga ditertibkan oleh satpol PP. Selain papan reklame merek OPPO, satpol PP juga akan menertibkan reklame Handphone merk Huawei, yang juga bodong alias tak berijin. Namun penertiban itu dilakukan setelah satpol PP mengirimkan surat teguran kepada pemilik reklame.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *