Tim Saber Pungli akan penuhi permintaan dewan melakukan paparan tugas dan fungsinya.

Daus VIS- Tim sapu bersih pungutan liar atau saber pungli Banyuwangi sudah dikukuhkan pada tanggal 17 Februari kemarin. Namun sejak dibentuk, DPRD merasa belum mengetahui tugas dan fungsi saber pungli tersebut, bahkan komisi 1 yang membidangi masalah hukum dan pemerintahan berencana untuk mengundang hadirkan tim saber pungli untuk diajak koordinasi dan dimintai paparan tentang tugas dan fungsinya.

Ketua komisi 1 DPRD Banyuwangi, Ficky Septalinda menuturkan, pihaknya sangat mendukung dibentuknya saber pungli Banyuwangi, untuk memperbaiki pelayanan masyarakat. Namun hingga saat ini, dewan masih belum tahu apa tugas dan fungsi tim saber pungli ini, serta siapa saja personil didalamnya, lantaran sejak dibentuknya, tidak ada koordinasi dengan DPRD.

Sebagai anggota dewan yang berfungsi melakukan pengawasan kinerja pemerintahan, dewan perlu tahu bagaimana sistem kerja tim saber pungli ini, termasuk standart operasional kerjanya,dan upaya lanjutan setelah melakukan operasi tangkap tangan. Oleh karena itu dalam waktu dekat, dewan akan mengundang tim saber pungli untuk dimintai paparan tentang tugas dan fungsinya pasca dibentuk. Karena ia khawatir, kinerja tim saber pungli melampaui kewenangannya, dengan melakukan penangkapan diluar prosedur.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, ketua tim saber pungli Banyuwangi Kompol Yusuf Usman mengaku akan berkoordinasi dengan unsur satuan lain yang tergabung dalam tim saber pungli yang dipimpinnya, untuk memenuhi permintaan dewan dalam melakukan paparan kepada anggota DPRD Banyuwangi.

Waka polres Banyuwangi ini menjelaskan, tim saber pungli ini dibentuk dalam rangka menindaklanjuti perintah presiden, untuk menekan adanya pungutan liar dalam proses pelayanan publik. Dengan harapan tidak ada pungutan liar diluar ketentuan dalam proses pelayanan publik.

Satgas saber pungli sendiri terdiri dari personel gabungan dari Kejaksaaan Negeri Banyuwangi, Polres Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi dan Lanal Banyuwangi. Sedangkan saat ini, sejak dibentuk, Satga Saber Pungli telah berhasil melakukan operasi tangkap tangan di dua tempat, yakni pasar hewan kecamatan Glenmore, berupa dugaan pungli dalam proses retribusi pasar oleh oknum petugas pasar serta operasi tangkap tangan dugaan pungli pembuatan sertifikat gratis dalam program prona. Namun kedua kasus OTT tersebut saat ini amsih dalam proses pengembangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *